BERITA POLRI INVESTIGASI|Bekasi – Tim Patroli Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menggagalkan dugaan aksi tawuran yang akan terjadi di wilayah Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (25/6/2026) dini hari. Dalam operasi patroli rayonisasi tersebut, petugas mengamankan delapan remaja beserta sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.
Patroli dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tawuran dan balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Saat menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan, personel Brimob menemukan sekelompok remaja dengan gerak-gerik mencurigakan di kawasan Sukatani.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan mengamankan delapan remaja. Dari lokasi, polisi turut menyita tiga senjata tajam, tiga unit sepeda motor, dua telepon genggam, satu dompet, serta satu tas. Seluruh remaja berikut barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polsek Sukatani untuk proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan bahwa patroli preventif akan terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Pencegahan menjadi langkah utama yang kami kedepankan. Dengan kehadiran personel di lapangan, kami berharap potensi tawuran dapat dicegah sebelum menimbulkan korban maupun gangguan terhadap masyarakat,” ujar Henik.
Menurutnya, patroli rayonisasi akan terus digelar secara rutin di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Brimob Polda Metro Jaya dalam menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif.
Polri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi tawuran, balap liar, maupun tindak kriminal lainnya melalui layanan Kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam.
Dengan langkah pencegahan yang konsisten dan sinergi bersama masyarakat, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sehingga keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga.
