Wartawan AWPI Jakarta Timur Ikut UKW FIKOM Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

BERITA POLRI INVESTIGASI | Jakarta — Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Jakarta Timur mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta Selatan.

UKW tersebut digelar bekerja sama dengan Dewan Pers dan berlangsung selama dua hari, pada 1–2 November 2022, bertempat di Laboratorium Multimedia FIKOM Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), lantai empat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Sebanyak enam wartawan mengikuti UKW tingkat muda pada angkatan ke-33 ini, terdiri dari empat wartawan AWPI Jakarta Timur serta dua wartawan dari media Swara Konsumen Indonesia (SKI).

Materi uji yang diberikan kepada peserta mencakup pemahaman dan penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Hukum Pers, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pers. Selain itu, peserta juga diuji kemampuan teknis jurnalistik seperti perencanaan liputan, rapat redaksi, liputan terjadwal, peliputan konferensi pers, wawancara cegat dan tatap muka, penulisan serta penyuntingan berita, pembangunan jejaring, hingga rubrikasi.

Pembukaan UKW dilakukan oleh Wakil Ketua Pelaksana UKW sekaligus penguji, Dr. Dra. Retno Intani ZA, M.Sc. Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta pada UKW kali ini menjadi catatan tersendiri pascapandemi Covid-19.

“UKW ini diikuti oleh enam peserta untuk jenjang wartawan muda. Ini merupakan angkatan ke-33 yang digelar oleh Moestopo setelah pandemi, di mana sebelumnya biasanya bisa diikuti lebih dari 12 peserta,” ujar Retno pada Selasa (1/11/2022).

Retno menegaskan bahwa UKW bertujuan untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme, serta integritas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, wartawan harus bekerja sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab profesinya agar tidak terjadi penyalahgunaan profesi pers.

“Melalui UKW ini, diharapkan wartawan semakin memahami tupoksi dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Pers memiliki peran strategis, karena ketika kualitas jurnalistik runtuh, maka akan berdampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Pada hari kedua, rangkaian UKW ditutup secara resmi oleh Ketua Pelaksana UKW, H. Muhamad Saifulloh, M.Si., didampingi Kepala Bagian Umum/TU, Khabib Umar, S.T., dengan moderator penguji Retno Intani ZA.

Dalam sambutannya, Saifulloh menyampaikan bahwa UKW bukan sekadar proses sertifikasi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi wartawan untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kapasitas profesional.

“Sebagai lembaga penguji, kami memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kompetensi wartawan. UKW ini tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga memberikan pemahaman agar wartawan dapat menjalankan profesinya secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC AWPI Jakarta Timur sekaligus peserta UKW, Abdul Haris, mengungkapkan rasa syukur dapat mengikuti UKW yang diselenggarakan oleh Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

“Alhamdulillah, kami berkesempatan mengikuti UKW selama dua hari. Dalam kegiatan ini turut hadir Wakil Ketua DPC AWPI Jakarta Timur, Suparman, serta anggota Maman Nuriman. Banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang kami peroleh,” kata Haris.

Ia menilai UKW memberikan pemahaman mendalam tentang profesi kewartawanan, khususnya dalam teknik wawancara dan penulisan berita yang sesuai dengan standar jurnalistik.

“Selama ini ada banyak hal yang belum kami pahami secara menyeluruh tentang profesi wartawan. Setelah mengikuti UKW, kami mendapatkan bekal keilmuan agar dapat menghasilkan karya jurnalistik yang baik, benar, dan beretika,” pungkasnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *