BERITA POLRI INVESTIGASI|Pangandaran – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan peninjauan langsung kesiapan jalur mudik dan wisata di wilayah hukum Polres Pangandaran, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Peninjauan tersebut difokuskan pada kesiapan infrastruktur jalan, kelengkapan sarana pendukung, serta strategi pengamanan guna mengantisipasi peningkatan arus kendaraan saat mudik Idul Fitri dan libur wisata ke Pangandaran.
Didampingi pejabat utama Polda Jawa Barat dan Kapolres Pangandaran, Kapolda menelusuri sejumlah titik strategis yang dinilai memiliki potensi kepadatan dan kerawanan kecelakaan. Lokasi yang dipantau antara lain perbatasan Tasikmalaya–Pangandaran, perlintasan perbatasan Jawa Tengah–Jawa Barat, hingga jalur utama menuju kawasan wisata Pantai Pangandaran.
Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan bahwa wilayah Pangandaran memiliki karakteristik khusus karena berfungsi ganda sebagai jalur mudik selatan sekaligus destinasi wisata unggulan nasional. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan matang dan pemetaan yang akurat terhadap potensi hambatan lalu lintas.
“Pemetaan titik rawan dan kesiapan personel sangat penting agar pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ujar Kapolda.
Selain mengecek kondisi fisik jalan dan rambu lalu lintas, Kapolda juga meninjau rencana lokasi Pos Pengamanan dan Pos Terpadu yang akan digunakan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. Dalam arahannya, Kapolda meminta jajaran Polres Pangandaran memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi kesehatan.
Kapolda juga menekankan penerapan pendekatan humanis dalam pengaturan lalu lintas dan kesiapan rekayasa arus kendaraan untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan, khususnya di kawasan wisata.
Melalui pengecekan awal ini, diharapkan seluruh potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah Jawa Barat, khususnya Pangandaran, dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.




