BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Counter Polri, Agus Flores, mendesak aparat penegak hukum segera menertibkan dugaan aktivitas tambang pasir ilegal di wilayah Boyolali, Jawa Tengah.
Menurut Agus, pemberantasan tambang ilegal merupakan bagian dari program nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta komitmen Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam menindak tegas praktik ilegal tersebut.
“Saya tidak peduli siapa yang membekingi tambang ilegal di Boyolali. Jika ada oknum TNI yang terlibat, tinggal saya hubungi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Jika ada oknum polisi, saya juga bisa langsung menghubungi Kapolri,” tegas Agus dalam keterangannya, Senin (23/2).
Agus menyebutkan, selain keberadaan alat berat seperti ekskavator di lokasi tambang, pihaknya juga menyoroti dugaan praktik distribusi solar ilegal yang diduga mendukung operasional tambang tersebut.
Ia meminta aparat kepolisian setempat segera mengambil tindakan tegas. Agus bahkan menyatakan akan melayangkan surat resmi kepada Kapolri apabila tidak ada langkah konkret dari jajaran Polres Boyolali.
“Jika hari ini alat berat di tambang Boyolali tidak diturunkan, besok saya akan menyurati Kapolri agar Kapolres Boyolali dicopot,” ujarnya.
Agus menambahkan, dirinya menilai Kapolri saat ini menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan tambang ilegal di berbagai daerah, termasuk di Boyolali. Karena itu, ia berharap langkah penindakan dapat segera dilakukan demi menjaga supremasi hukum dan mencegah kerugian lingkungan maupun negara akibat praktik pertambangan ilegal.




