Pemda DKI Dukung Penuh Program Bantuan Makanan Bergizi di Cilincing Jakarta Utara

BERITA POLRI INVESTIGASI | JAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap program bantuan makanan bergizi bagi ibu hamil, anak sekolah, dan kelompok rentan lainnya. Dukungan ini disampaikan usai peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marunda Baru 1 di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (14/10).

Peresmian yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh perwakilan TNI (Danramil Inf AM Nawang dan Mayor Rawi), Polri (Kasat Binmas Polsek Cilincing), pemerintah setempat (Nursetiyono mewakili Camat Cilincing dan Plt. Lurah Marunda Baru Victor Hotma P), serta jajaran Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DKI Jakarta dan masyarakat.

Perwakilan Pemda DKI Jakarta dalam sambutannya menegaskan komitmennya. “Kami atas nama Pemda DKI Jakarta, baik itu Kecamatan dan Kelurahan, sangat mendukung program ini karena ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pada anak-anak kita,” ujarnya.

Selain untuk perbaikan gizi, program ini juga memiliki nilai strategis dalam menciptakan lapangan kerja. “Kita sama-sama mendengarkan bahwa banyak orang direkrut untuk tenaga untuk mobilisasi kegiatan. Ini kalau dikalikan, akan meliput banyak sekali tenaga kerja yang memang sangat diharapkan,” tambahnya.

Pemda mengakui mungkin ada tantangan dalam pelaksanaan program baru, namun hal itu dianggap sebagai bagian dari proses perbaikan. Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan suasana gembira bagi penerima bantuan juga ditekankan.

Dapur SPPG ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Al-Amin Fisabilillah dan PPJI DPD DKI Jakarta. Ketua PPJI DPC Jakarta Utara, Vaturrohman, menekankan komitmen tinggi terhadap kualitas dan kebersihan.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Amin Fisabilillah juga Ketua PPJI DPC Jakarta Utara, H. Vaturrohman, menekankan komitmen tinggi terhadap kualitas dan kebersihan. Dapur ini akan di bawah pengawasan ketat Dinas Kesehatan, termasuk pemeriksaan peralatan, uji laboratorium makanan, dan sertifikasi halal. Proses produksi akan didampingi oleh chef internasional untuk memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Pengiriman makanan dilakukan secara estafet (sistem rally) dalam tiga waktu pengiriman untuk menjaga kesegaran makanan.

“Kami lebih baik tekor atau rugi daripada harus membeli bahan-bahan yang tidak layak. Standar kami, seandainya makanan itu tidak layak atau bau sedikit saja, saya bilang buang saja,” tegas H. Vaturrohman.

Dapur ini akan berada di bawah pengawasan ketat Dinas Kesehatan, yang mencakup pemeriksaan peralatan, uji laboratorium makanan, dan sertifikasi halal. Proses produksi akan didampingi oleh chef internasional untuk memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Untuk menjaga kesegaran, pengiriman makanan akan dilakukan secara estafet dalam tiga waktu pengiriman.

Perwakilan Kodim 05.02 Jakarta Utara, Mayor Rawi, menyampaikan apresiasi. “Ini merupakan program yang sangat mulia, mudah-mudahan bisa dirasakan manfaatnya, terutama untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Pendirian dapur ini merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam mendukung program Pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional, yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Secara lokal, dapur yang diklaim telah menyerap 52 tenaga kerja ini diharapkan dapat menjadi percontohan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi masyarakat serta perekonomian lokal di Jakarta Utara.

DZULKARNAIN. A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *