BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Menyikapi isu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kondisi riil di tingkat pedagang dan konsumen.
Pemantauan dilakukan oleh Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan di Pasar Kopro, Tomang Barat, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan. Hasil pengecekan menunjukkan harga daging sapi berada di kisaran Rp140.000 per kilogram (kg).
Untuk potongan bagian dalam, harga tercatat antara Rp150.000 hingga Rp170.000 per kg, sedangkan daging sop dengan kandungan lemak sekitar 15 persen dijual sekitar Rp120.000 per kg. Sementara itu, daging ayam ras diperdagangkan pada kisaran Rp38.000–45.000 per kg, telur ayam ras Rp31.000 per kg, dan cabai rawit merah berkisar Rp100.000–120.000 per kg, tergantung kualitas dan pedagang.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Sulistiyorini, S.T.P., M.Sc., menegaskan dinamika harga yang terjadi masih dalam batas kewajaran dan dipengaruhi faktor kualitas serta rantai distribusi.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Secara umum, harga daging sapi di Pasar Kopro berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Variasi harga terjadi sesuai jenis potongan dan kualitas. Pasokan tersedia dan aktivitas perdagangan berjalan normal,” ujarnya.
Di sisi pedagang, harga juga dinilai relatif stabil. Salah satu pedagang daging sapi menyebut harga Rp140.000 per kg merupakan harga standar yang paling diminati pembeli. Untuk kualitas lebih tinggi, harga bisa mencapai Rp160.000 per kg.
Pedagang ayam lainnya menyampaikan adanya penurunan harga dibanding hari sebelumnya. Jika sebelumnya mencapai Rp40.000 per kg, kini ayam dijual Rp38.000 per kg. Tren penurunan juga terjadi pada komoditas telur, dari Rp33.000 menjadi Rp31.000 per kg dalam beberapa hari terakhir.
Sepanjang Februari 2026, Bapanas mengintensifkan pengawasan harga pangan pokok strategis di 28.270 titik di seluruh Indonesia, mencakup level produsen, agen, distributor, grosir, hingga ritel. Langkah ini merupakan bagian dari strategi stabilisasi pasokan dan harga menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sulistiyorini menambahkan, pasar tradisional memberikan ruang variasi harga dan proses tawar-menawar yang wajar. Namun, pihaknya mengingatkan agar pedagang tetap mematuhi ketentuan harga dan menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha.
Bapanas menegaskan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga, terutama menjelang Idulfitri, sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan aman dan nyaman.




