Anev Nataru 2025/2026: Pemerintah dan Polri Perkuat Sinergi Jaga Keselamatan Perjalanan

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri, Jasa Marga, dan Jasa Raharja menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) guna memastikan penyelenggaraan angkutan Nataru berlangsung aman, selamat, dan lancar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral menjadi agenda utama dalam setiap pengelolaan angkutan massal, termasuk pada periode Natal dan Tahun Baru. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai capaian pelaksanaan operasi sekaligus menyiapkan langkah antisipasi ke depan.

“Koordinasi bersama Korlantas Polri dan seluruh pemangku kepentingan dilakukan secara rutin. Selain evaluasi teknis, kita juga memohon agar pelaksanaan angkutan Nataru ini dapat berjalan selamat, aman, dan lancar sampai selesai,” ujar Menhub Dudy, Kamis malam.

Menhub juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa fase utama arus mudik Nataru telah terlewati. Tercatat sekitar 201 ribu kendaraan atau 49 persen dari total proyeksi telah meninggalkan Jakarta menuju wilayah Sumatera dan Transjawa melalui ruas jalan tol.

“Arus mudik sudah berjalan dengan baik. Hingga saat ini, realisasi kendaraan keluar dari Jakarta mencapai 49 persen dari total perkiraan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Korlantas Polri kembali menegaskan implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga. Pembatasan diberlakukan di jalan tol serta jalan arteri pada waktu tertentu, mulai pukul 17.00 hingga dini hari.

“Kami mengimbau pengusaha dan pengemudi angkutan barang untuk mematuhi aturan. Tindakan tegas akan dilakukan apabila terjadi pelanggaran, karena keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama,” tegas Kakorlantas.

Hasil evaluasi juga menunjukkan tren positif pada aspek keselamatan lalu lintas. Berdasarkan data sementara, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama Operasi Nataru tercatat mengalami penurunan signifikan.

“Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun sebesar 23,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Irjen Pol. Agus.

Dari sisi pengelola jalan tol, Direktur Utama Jasa Marga Rivan menyampaikan bahwa volume kendaraan selama periode Nataru menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu. Hingga Kamis siang, sebanyak 1.457.000 kendaraan atau sekitar 49 persen dari proyeksi 2,9 juta kendaraan telah melintas.

“Angka ini naik sekitar 3,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 dan diperkirakan masih akan meningkat hingga akhir Desember,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Dewi melaporkan bahwa realisasi pembayaran santunan korban kecelakaan selama periode Nataru juga mengalami penurunan seiring berkurangnya fatalitas.

“Hingga saat ini, santunan meninggal dunia yang telah dibayarkan mencapai Rp8,2 miliar, atau turun sekitar 23 persen dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Anev lintas sektoral ini diharapkan menjadi dasar penguatan strategi pengamanan dan pelayanan, khususnya dalam menghadapi puncak arus balik Nataru serta pergerakan masyarakat menuju kawasan wisata, jalur arteri, penyeberangan, dan jalan tol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *