Aktivis Senior YLKI Sulawesi Apresiasi Program Humanis dan Digitalisasi Korlantas Polri

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Program pelayanan publik yang dijalankan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendapat apresiasi dari aktivis konsumen senior Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) wilayah Sulawesi. Ketua YLKI Gorontalo dan YLKI Sulawesi Tenggara, Agus Flores—yang telah lebih dari 25 tahun berkecimpung dalam advokasi konsumen—menilai transformasi pelayanan Polantas saat ini menunjukkan perubahan signifikan.

Agus Flores, yang dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di lingkungan YLKI Sulawesi, menyebut bahwa baru kali ini dirinya melihat secara langsung keseriusan Polantas dalam membangun pelayanan yang berpihak kepada masyarakat.

“Selama 25 tahun saya menjadi Ketua YLKI di Sulawesi, baru kali ini saya melihat langsung program Polantas yang benar-benar konsen terhadap pelayanan publik,” ujar Agus saat diwawancarai di halaman Korlantas Polri, Cikoko, Jakarta, Kamis (18/12).

Dikenal sebagai aktivis konsumen yang kritis, Agus menegaskan bahwa kedekatannya dengan Korlantas Polri bukan tanpa alasan. Menurutnya, selama sebuah lembaga negara menunjukkan komitmen nyata dalam melayani masyarakat, maka hal tersebut patut didukung.

Ia secara khusus mengapresiasi langkah Direktur Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo, S.I.K., dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui program Polantas Menyapa.

“Saya memonitor langsung. Faktanya program Polantas Menyapa sudah berjalan dengan baik. Kalaupun ada satu-dua oknum yang tidak menjalankan, itu tidak bisa digeneralisasi. Secara keseluruhan pelayanannya bagus,” jelasnya.

Agus juga menilai arahan Brigjen Pol. Wibowo dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Ditregident Korlantas Polri yang digelar di Bandung, Jawa Barat, bulan lalu, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Dalam Rakernis tersebut, Brigjen Wibowo menekankan bahwa peningkatan pelayanan harus sejalan dengan revitalisasi dan transformasi digital di layanan utama, seperti SIM, STNK, dan BPKB. Transformasi ini bertujuan menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, efisien, transparan, serta bebas dari praktik pungutan liar.

Menurut Agus, reformasi digital bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan upaya membangun budaya pelayanan yang profesional dan berintegritas di seluruh jajaran Ditregident.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi digital yang telah dijalankan Korlantas Polri, di antaranya SIM Nasional Presisi (SINAR) untuk pembuatan dan perpanjangan SIM secara daring, Samsat Digital Nasional (SIGNAL) untuk pembayaran pajak kendaraan dan pengesahan STNK tahunan, E-BPKB, serta Digital ID Regident yang terintegrasi dengan data nasional.

“Ini bagian dari transformasi besar Polri agar pelayanan semakin cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Selain digitalisasi, Agus menekankan pentingnya pelayanan humanis sebagai roh utama program Polantas Menyapa. Menurutnya, pendekatan ramah, empatik, dan responsif harus menjadi budaya kerja Polantas di lapangan.

“Polantas harus hadir dengan senyum, melayani dengan hati, dan mau mendengar keluhan masyarakat. Bahkan hal-hal kecil seperti akses komunikasi yang terhambat di internal Polantas juga perlu dibenahi,” tegasnya.

Program Polantas Menyapa, lanjut Agus, dijalankan secara nasional dengan dukungan penuh dari Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, yang terus mendorong jajarannya agar lebih dekat dengan masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik.

Melalui kombinasi transformasi digital dan pelayanan humanis, Ditregident Korlantas Polri dinilai berada di jalur yang tepat untuk memperkuat integritas, mempercepat reformasi pelayanan, serta menjadikan fungsi lalu lintas sebagai wajah modern dan terpercaya dari institusi Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *