Agus Flores Tak Gentar Lawan Tambang Ilegal, ESDM Kini Turun Tangan di Wilayahnya

BERITA POLRI INVESTIGASI|JAKARTA — Perjuangan Agus Flores, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Counter Polri dalam memberantas praktik Pertambangan Tanpa Izin (PETI) akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Setelah bertahun-tahun bersuara tentang maraknya tambang ilegal di kampung halamannya, kini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) memprioritaskan penanganan PETI di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Gorontalo.

Agus Flores selama ini dikenal vokal dan konsisten menyuarakan penegakan hukum terhadap tambang ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Ia bahkan pernah diremehkan dan disebut “melawan gajah” karena berani menantang jaringan besar di balik praktik tambang tanpa izin tersebut.

“Percuma, Gus. Lawanmu gajah semua, cari persoalan lain saja, jangan tambang,” ujar seorang oknum jenderal berbintang satu kepada Agus, seperti pernah ia ceritakan.

Namun, tekad Agus tidak surut. Ia terus menyuarakan persoalan tambang ilegal melalui media dan kanal publikasi. Salah satu videonya yang membahas tambang ilegal di Sulteng dan Gorontalo sempat viral, ditonton lebih dari 1 juta kali, mendapat 400 ribu tanda suka, dan 7 ribu komentar.

Tak sedikit yang menilai, viralnya konten tersebut ikut menggugah perhatian publik, termasuk pemerintah. Kini, melalui pemetaan resmi, Kementerian ESDM menempatkan wilayah Sulawesi Tengah dan Gorontalo sebagai prioritas nasional penanganan PETI.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik tambang ilegal di sejumlah daerah.

“Kami sudah memetakan beberapa spot tambang ilegal, baik di Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Sulawesi Utara, hingga Banyuwangi, Jawa Timur,” kata Jeffri di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Langkah tersebut menandakan keseriusan pemerintah dalam menindak PETI yang selama ini merusak lingkungan, mengancam keselamatan masyarakat, dan merugikan negara.

Menanggapi hal itu, Agus Flores menyampaikan apresiasinya. Ia menilai langkah Kementerian ESDM merupakan bentuk nyata perhatian terhadap perjuangan masyarakat dan aktivis daerah yang selama ini berjuang tanpa pamrih.

“Dulu saya dianggap kecil, seperti semut lawan gajah. Tapi ternyata perjuangan yang tulus untuk negeri akhirnya didengar juga,” ujar Agus, Minggu (26/10/2025).

Perhatian pemerintah terhadap wilayah Sulteng dan Gorontalo disebut menjadi momentum penting untuk memulihkan lingkungan serta menata kembali tata kelola pertambangan agar lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *