Prof Adrianus Meliala: Survei Litbang Kompas Perlu Dimanfaatkan sebagai Bahan Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Polri

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Prof. Adrianus Meliala, menilai hasil survei Litbang Kompas mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara perlu dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme setiap institusi, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Menurut Adrianus, survei opini publik pada dasarnya merekam persepsi masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Karena itu, hasilnya tidak seharusnya dipandang sebatas angka statistik, melainkan menjadi referensi bagi institusi untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

“Survei opini publik merupakan potret persepsi masyarakat pada periode tertentu. Hasilnya dapat dijadikan bahan evaluasi agar setiap institusi terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme, serta memperbaiki berbagai aspek yang masih perlu dibenahi,” ujar Adrianus di Jakarta, Senin (29/6).

Ia menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pengalaman masyarakat saat menerima pelayanan, pemberitaan media, hingga kemampuan institusi dalam menyelesaikan persoalan yang menjadi perhatian publik merupakan unsur yang membentuk persepsi tersebut.

Karena itu, Adrianus menekankan pentingnya konsistensi dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Menurutnya, kualitas pelayanan yang terus dijaga akan menjadi fondasi utama dalam membangun sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan publik akan tumbuh ketika masyarakat merasakan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Konsistensi dalam menjalankan prinsip-prinsip tersebut menjadi modal penting bagi setiap institusi untuk memperkuat legitimasi di tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Adrianus mengingatkan agar hasil survei tidak dimaknai sebagai ukuran mutlak keberhasilan maupun kegagalan sebuah lembaga. Sebaliknya, survei harus dijadikan umpan balik dalam penyusunan kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan komunikasi publik.

Menurutnya, kemampuan institusi dalam merespons masukan masyarakat melalui perbaikan yang nyata akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan publik dalam jangka panjang.

Adrianus berharap hasil survei Litbang Kompas dapat menjadi momentum bagi seluruh institusi negara untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *