Guru Besar STIK-PTIK: Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik Jadi 82,4 Persen, Bukti Kinerja Meningkat

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK, Prof. Dr. Drs. Albertus Wahyurudhanto, M.Si., mengapresiasi meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Litbang Kompas 2026.

Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen. Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat tercatat 67,6 persen, sementara citra positif Polri berada pada angka 71,5 persen.

Menurut Prof. Albertus, capaian tersebut menunjukkan adanya pengakuan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum.

“Hasil survei ini memperlihatkan bahwa masyarakat menilai Polri telah menjalankan tugas pokoknya dengan baik. Tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, dibandingkan hasil survei sebelumnya, seluruh indikator mengalami peningkatan. Tingkat kepercayaan masyarakat naik dari 76,2 persen menjadi 82,4 persen. Kepuasan publik meningkat dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen, sedangkan citra positif Polri bertambah dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen.

Meski memberikan apresiasi atas hasil tersebut, Prof. Albertus mengingatkan bahwa peningkatan kepercayaan publik harus menjadi dorongan bagi Polri untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan profesionalisme.

Menurutnya, tingginya tingkat kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang transparan, objektif, dan akuntabel di setiap lini pelayanan.

“Kepercayaan masyarakat tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk berpuas diri. Justru sebaliknya, hasil ini harus menjadi motivasi agar Polri terus membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap tren positif tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga Polri semakin mampu memperkuat posisinya sebagai institusi yang profesional, dipercaya publik, dan konsisten menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.

“Apabila konsistensi pelayanan terus dijaga, maka kepercayaan masyarakat akan semakin kuat dan menjadi modal penting bagi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, serta penegak hukum,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *