Bareskrim Polri Ringkus DPO Kunci Jaringan Fredy Pratama, Pengendali Keuangan Sindikat Narkoba Internasional Tumbang

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Bareskrim Polri kembali mencatatkan perkembangan penting dalam pengungkapan jaringan narkotika internasional yang dipimpin buronan Fredy Pratama. Melalui operasi lintas negara, Tim Delegasi Polri berhasil mengamankan Frans Antoni, Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga menjadi salah satu figur sentral dalam pengelolaan keuangan sindikat tersebut.

Frans Antoni diamankan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026), sebelum dipulangkan ke Indonesia sehari kemudian melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Dokumen tersebut digunakan karena tersangka diketahui berada di Malaysia tanpa dokumen perjalanan yang sah.

Tersangka telah berstatus DPO sejak 12 November 2023 berdasarkan Nomor: DPO/B15-97/XI/2023/DITTIPIDNARKOBA. Dalam struktur jaringan Fredy Pratama, Frans Antoni diduga berperan sebagai pengendali keuangan, koordinator operasional lapangan, sekaligus penghubung aktivitas jaringan narkotika lintas negara.

Hasil penyidikan mengungkap, selama kurun waktu 2017 hingga 2023, Frans Antoni diduga mengendalikan praktik tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil peredaran narkotika. Ia disebut telah melakukan pengangkutan dana dari Indonesia menuju Thailand sekitar 168 kali perjalanan dengan nilai sedikitnya Rp1 miliar dalam setiap pengiriman.

Sebelum dibawa ke luar negeri, dana tersebut diduga disamarkan melalui sejumlah money changer di Indonesia, kemudian dikonversi ke pecahan 1.000 Dolar Singapura untuk mempermudah distribusi lintas negara.

Penyidik juga menemukan dugaan penerimaan dana tunai sebesar 1,2 juta Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan alias Uncle. Selain itu, Frans Antoni diduga menguasai tiga rekening penampungan di Bank BCA yang menggunakan identitas adik kandungnya, Steven Antoni, sebagai sarana menampung dan mengalirkan dana hasil kejahatan narkotika.

Setibanya di Indonesia, tersangka langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Pemeriksaan difokuskan pada penelusuran aliran dana sindikat, pengungkapan jaringan yang masih aktif, serta pengembangan penyidikan untuk memburu Fredy Pratama yang hingga kini masih berstatus buronan internasional dan masuk dalam daftar Red Notice.

Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan penangkapan Frans Antoni merupakan hasil kerja sama yang solid antara Polri, otoritas penegak hukum Malaysia, dan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri.

“Frans Antoni merupakan salah satu figur penting dalam struktur jaringan Fredy Pratama. Perannya tidak hanya sebagai pelaksana di lapangan, tetapi juga sebagai pengendali keuangan dan penghubung jaringan internasional. Penangkapannya menjadi langkah strategis untuk membongkar secara menyeluruh struktur organisasi dan aliran dana sindikat narkotika internasional tersebut,” ujar Johnny, Sabtu (20/6/2026).

Ia menegaskan, Polri akan terus mengembangkan penyidikan guna menelusuri aset hasil tindak pidana narkotika sekaligus memburu seluruh pihak yang masih terlibat dalam jaringan tersebut.

“Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan narkotika, termasuk pihak-pihak yang berperan dalam pencucian uang hasil kejahatan. Kami akan terus mengejar para pelaku yang masih buron, termasuk Fredy Pratama, serta menyita aset-aset yang berasal dari hasil tindak pidana untuk memutus mata rantai kejahatan narkotika sampai ke akarnya,” tegasnya.

Johnny menambahkan, keberhasilan operasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi lintas negara semakin mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan transnasional. Polri, kata dia, akan terus memperkuat kerja sama internasional untuk memastikan seluruh pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *