Aparat Bongkar Kamp KKB di Nabarua, 561 Amunisi dan Uang Puluhan Juta Disita

BERITA POLRI INVESTIGASI|Nabire – Aparat gabungan TNI–Polri membongkar sebuah kamp yang diduga milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kali Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan ratusan butir amunisi, magazen, alat komunikasi, serta uang tunai puluhan juta rupiah.

Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Polres Nabire, Senin (2/3/2026). Operasi melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan Satgas Rajawali Mambri TNI.

Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, menjelaskan bahwa penindakan tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.

Menurutnya, kelompok yang dipimpin DPO berinisial AK terdeteksi berpindah dari wilayah Kimi ke Nabarua dan mendirikan kamp di sekitar Kali Nabarua. Dari hasil pemantauan, aparat menemukan aktivitas sejumlah orang bersenjata dan keberadaan bangunan yang diduga menjadi markas kelompok tersebut.

“Setelah dilakukan pendekatan taktis, sempat terjadi kontak tembak antara aparat dengan kelompok bersenjata. Namun situasi berhasil dikendalikan dan lokasi camp dapat dikuasai,” ujar Gustav.

Kelompok bersenjata tersebut dilaporkan melarikan diri ke area hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Dari lokasi, aparat menyita 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi, tiga tas perlengkapan, bendera, serta uang tunai puluhan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan dukungan logistik kelompok tersebut.

Sebagian barang bukti berupa magazen dan telepon genggam disebut merupakan hasil rampasan dari sejumlah insiden sebelumnya, termasuk peristiwa di Lagari dan Kilometer 128 pada akhir 2025.

Wakil Panglima Operasi Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan, dalam insiden kontak tembak tersebut satu anggota TNI mengalami luka ringan akibat serpihan proyektil di bagian betis kanan.

“Anggota sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Kondisinya stabil dan diperkirakan segera pulih,” kata Riyanto.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Aparat akan terus melakukan penyisiran dan pengejaran guna memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah Nabire tetap terjaga,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan pendalaman terhadap sumber logistik serta jaringan pendukung kelompok bersenjata tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *