Wakapolri Resmikan Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Perkuat Reformasi Pendidikan Polri Berbasis Nilai Spiritual

BERITA POLRI INVESTIGASI|Lembang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri, Lembang, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penguatan nilai-nilai spiritual bagi peserta didik di lingkungan Sespim Polri.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa keberhasilan membangun sumber daya manusia tidak dapat dicapai secara instan. Menurutnya, kualitas hasil merupakan buah dari niat, proses, dan ikhtiar yang dijalankan secara sungguh-sungguh.

“Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT,” ujar Wakapolri.

Ia menekankan bahwa sistem pendidikan Polri harus mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Karena itu, revitalisasi Masjid Panggilan Sujud diharapkan mampu menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga pembangunan peradaban.

Menurutnya, masjid di lingkungan lembaga pendidikan kepolisian harus menjadi ruang yang melahirkan pemimpin-pemimpin Polri yang unggul secara akademik, memiliki integritas tinggi, kuat secara spiritual, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolri juga mengajak seluruh peserta didik Sespim Polri untuk menginternalisasi semangat Impossible is Nothing sebagai motivasi dalam menghadapi tantangan. Semangat tersebut, kata dia, tercermin dari dedikasi seluruh personel Polri, termasuk personel penyandang disabilitas yang mampu menunjukkan kinerja optimal dalam rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80.

Selain penguatan karakter, Wakapolri menegaskan komitmen Polri dalam melanjutkan reformasi pendidikan melalui penerapan sistem meritokrasi, pengembangan kepemimpinan berbasis talent pool, penyempurnaan kurikulum, serta pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital guna mencetak pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Peresmian revitalisasi masjid juga diisi dengan kuliah umum yang disampaikan K.H. Dr. Aang Ridwan, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam paparannya, Aang Ridwan mengapresiasi langkah Polri yang terus memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah. Ia menjelaskan bahwa nama “Panggilan Sujud” mengandung makna sebagai pengingat bagi setiap insan untuk senantiasa menyadari waktu, usia, dan amal perbuatan.

Ia berharap Masjid Panggilan Sujud dapat menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, ruang diskusi, sekaligus tempat lahirnya insan-insan Polri yang berakhlak mulia dan berkualitas.

Aang Ridwan juga berharap Polri terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melanjutkan agenda reformasi kelembagaan, serta semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi salah satu wujud komitmen Polri dalam membangun organisasi yang tidak hanya modern dan profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *