Tokoh Sulinggih Bali Ida Pandita Empu Nabe Putra APDP Ucapkan Selamat 1 Muharram 1448 H untuk Al-Zaytun: Wujud Nyata Toleransi Saat Galungan

 

BERITA POLRI INVESTIGASI I Tabanan – Di tengah perayaan Hari Raya Galungan, tokoh sulinggih Provinsi Bali, Ida Pandita Empu Nabe Putra APDP, menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada pimpinan Al-Zaytun, Syaykh Dr. (Cand.) Abdussalam R. Panji Gumilang. Ucapan tersebut menjadi simbol kuatnya toleransi lintas iman di Indonesia. Selasa, 17 Juni 2026.

Melalui siaran pers yang diterima redaksi, Ida Pandita Empu Nabe Putra APDP menegaskan bahwa perbedaan hari besar keagamaan bukanlah sekat, melainkan jembatan untuk memperkokoh persatuan bangsa.

“Meski kami umat Hindu sedang merayakan Rahina Galungan dan Kuningan, sebagai tokoh yang memegang teguh nilai toleransi, saya wajib menyampaikan Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H kepada saudara-saudara Muslim, khususnya kepada civitas akademika Al-Zaytun,” ujar Ida Pandita.

Dalam pesannya, beliau juga memanjatkan doa khusus untuk Syaykh Al-Zaytun, Dr. (Cand.) Abdussalam R. Panji Gumilang. “Saya doakan Syaykh Panji Gumilang senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan program besar Al-Zaytun, yakni pembangunan 500 titik pendidikan berasrama di seluruh Indonesia, yang rencananya akan disampaikan kepada pemerintah,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Al-Zaytun pada 1 Suro 1448 H / 16 Juni 2026 telah menggelar peringatan tahun baru Hijriah dengan tema _“Memperkokoh Persatuan Demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global”_. Acara tersebut dihadiri tokoh nasional, lintas agama, akademisi, dan unsur TNI-Polri.

Ida Pandita menambahkan, momentum 1 Muharram yang berdekatan dengan Galungan tahun ini adalah bukti bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan spiritual. “Galungan adalah kemenangan Dharma melawan Adharma. Hijrah adalah kemenangan tekad melawan kebatilan. Keduanya bertemu dalam satu semangat: membangun manusia dan bangsa yang mandiri,” tegasnya.

Sikap Ida Pandita Empu Nabe Putra APDP ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan sebagai teladan praktik _Tri Hita Karana_ dan _Bhinneka Tunggal Ika_ yang hidup.

Reporter : sastra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *