BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW Fast Respon), Agus Flores, secara resmi memberikan mandat khusus kepada Daeng Bom, mantan Ketua DPC Grib Jaya Jakarta Pusat sekaligus Penasehat FKPPI Tanjung Priok, untuk memimpin aksi pembersihan terhadap segala bentuk penyalahgunaan identitas organisasi.
Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya pemalsuan logo Fast Respon (FR) dan Fast Respon Nusantara (FRN), serta penggunaan atribut organisasi secara ilegal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Agus Flores menegaskan bahwa mandat ini mencakup penindakan terhadap:
• Pemalsuan Logo: Penggunaan logo FR dan FRN yang dimodifikasi secara ilegal.
• Atribut Tanpa KTA: Oknum yang menggunakan atribut organisasi namun tidak memiliki Kartu Tanda Anggota resmi.
• Surat Menyurat Ilegal: Penggunaan dokumen palsu atas nama organisasi.
• Pencatutan Foto Pejabat: Penggunaan foto-foto Jenderal TNI/Polri tanpa izin untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Dalam keterangannya pada Rabu (31/12/2025), Agus Flores sengaja menggandeng unsur anak-anak anggota Polri yang tergabung dalam FKPPI guna menjaga netralitas dan ketegasan di lapangan.
“Saya minta tolong teman-teman di FKPPI, anak-anak polisi yang bersihkan agar lebih netral. Saya akan segera menandatangani SK resminya,” tegas Agus Flores, Rabu (31/12/2025).
Kepercayaan penuh diberikan kepada Daeng Bom, yang juga dikenal sebagai putra dari anggota Brimob asal Makassar. Latar belakang keluarga besar Polri ini diharapkan dapat memberikan wibawa dan keberanian dalam menjalankan tugas penertiban.
“Saya sangat mempercayakan Daeng Bom untuk membersihkan semuanya. Tidak ada ruang bagi pengkhianat atau mereka yang merusak citra organisasi,” tambah Agus Flores.
Pembersihan ini menjadi sinyal kuat bahwa PW Fast Respon tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang merugikan nama baik institusi maupun kemitraan strategis dengan jajaran kepolisian.




