BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Rakor tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
“Persiapan pengamanan harus dilaksanakan secara optimal, termasuk pelayanan kepada masyarakat agar mudik berlangsung aman dan nyaman,” ujar Kapolri.
Sebanyak 161.243 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Ketupat 2026. Rinciannya, 89.228 personel Polri dan 72.015 personel dari unsur TNI, Kementerian Perhubungan, Satpol PP, hingga instansi serta mitra terkait lainnya.
Turut hadir dalam rakor tersebut sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Rapat juga dihadiri perwakilan Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, serta jajaran pimpinan BUMN yang berkaitan dengan layanan arus mudik.
Sebanyak 302 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, sementara jajaran Kapolda, Kapolres, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di seluruh Indonesia terhubung secara daring.
Dalam struktur operasi, Kapolri bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops), didampingi Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo sebagai Wakil Penanggung Jawab. Sementara itu, pengendalian teknis lapangan dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho selaku Kepala Operasi Pusat (Kaopspus).
Pengamanan difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas di jalur tol dan arteri, pengamanan 121.803 masjid saat pelaksanaan salat Id, serta lebih dari 4.000 objek wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Polri menyiapkan 2.746 posko yang terdiri atas 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu yang tersebar di titik-titik strategis nasional.
Sejumlah titik rawan kemacetan menjadi atensi khusus, termasuk KM 48 Tol Jakarta–Cikampek (akses MBZ) dan Gerbang Tol Kalikangkung KM 414. Skema rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, hingga ganjil-genap akan diterapkan secara situasional sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB).
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan dimulai pertengahan Maret 2026, menyesuaikan dengan prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026.
Melalui konsolidasi lintas sektoral ini, pemerintah berkomitmen memastikan kelancaran transportasi, stabilitas pasokan pangan, serta mitigasi potensi bencana demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat merayakan Idul Fitri.




