BERITA POLRI INVESTIGASI|Malang – Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Counter Polri Malang Raya resmi terbentuk. Deklarasi sekaligus pertemuan perdana organisasi wartawan ini digelar di kediaman Ketua PW FRN Malang Raya di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (25/12/2025).
Pembentukan PW FRN Malang Raya menjadi bagian dari penguatan eksistensi Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) sebagai organisasi wartawan berskala nasional. PW FRN berdiri sejak Oktober 2020 atas gagasan Ketua Umum PW FRN Agus Flores, dengan dukungan Ketua DPW PW FRN Jawa Timur Gus Santoz, A.M.
Organisasi ini mengusung semangat membangun wadah wartawan yang bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Ketua PW FRN Malang Raya, Matnadir atau yang akrab disapa Khodir, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda resmi pertama sejak kepengurusan PW FRN Malang Raya terbentuk.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan pertemuan perdana PW FRN Malang Raya. Ini menjadi awal yang baik untuk membangun organisasi wartawan yang solid, kompak, dan bermanfaat,” ujar Khodir.
Ia menegaskan, PW FRN Malang Raya dibangun dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, serta nilai kekeluargaan. Saat ini, kepengurusan PW FRN Malang Raya telah diisi oleh 17 anggota yang terdiri dari unsur penasihat, ketua, sekretaris, bendahara, bidang organisasi, OKK, humas, dan anggota.
Ke depan, PW FRN Malang Raya akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan secara bergilir di rumah anggota guna mempererat silaturahmi dan soliditas internal organisasi.
“Pertemuan bulanan akan kita lakukan bergantian di rumah anggota, agar semakin akrab, solid, dan terbangun rasa kekeluargaan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas berbagai hal terkait administrasi organisasi, termasuk proses penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan serta Kartu Tanda Anggota (KTA). Untuk pendataan anggota, persyaratan yang ditetapkan meliputi fotokopi KTP dan pas foto.
Menariknya, Khodir menegaskan bahwa seluruh anggota tidak dibebani biaya untuk pembuatan seragam maupun KTA.
“Seragam dan KTA gratis, ditanggung dari kas organisasi. Walaupun saat ini kas masih kosong, ke depan akan kita kelola bersama secara transparan,” ungkapnya.
Ia berharap PW FRN Malang Raya dapat menjadi wadah yang membawa manfaat tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi masyarakat melalui pemberitaan yang profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Semoga PW FRN Malang Raya menjadi organisasi wartawan yang solid, profesional, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta sinergi dengan semua pihak,” pungkasnya.
Pertemuan perdana PW FRN Malang Raya berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, serta ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan PW FRN Malang Raya.
Dengan terbentuknya PW FRN Malang Raya, diharapkan organisasi ini mampu berperan aktif dalam pengembangan dunia jurnalistik di wilayah Malang Raya sekaligus memperkuat sinergi antara wartawan, aparat, dan masyarakat.




