BERITA POLRI INVESTIGASI | JAKARTA, – Lihat Youtube dan tiktok ada mahasiswa yang lagi diwawancarai katanya mau menjatuhkan Jokowi melalui demo tanggal 8,9,10 karena Jokowi adalah Pemimpin yang Zalim dan merusak demokrasi di Indonesia ini. Rakyat banyak sudah merasa tertindas.
Pertanyaannya tentu mahasiswa ini mewakili kelompok mayoritas rakyat atau kelompok kecil yang sakit hati karena kalah dalam perebutan jabatan?
Faktanya 80 persen rakyat Indonesia puas atas kinerja Jokowi, kalau seandainya rakyat Indonesia berjumlah 300 juta jiwa, maka angka 80 persen itu adalah 240 juta jiwa rakyat Indonesia puas akan kinerja Jokowi.
Lalu mahasiswa yang mau demo mewakili rakyat Indonesia untuk jatuhkan Pak Jokowi itu, mewakili rakyat yang mana?
Sejarah membuktikan Pemimpin yang bisa tumbang atas aksi2 demo rakyat adalah Pemimpin yang benar-benar zalim dan sudah tidak disukai mayoritas rakyatnya, jika Pemimpin yang sangat disukai rakyat hal itu hanya seperti menuangkan air tawar di laut yang asin, ya lautnya ngak bakal tawarlah coy.
Jadi jika Masiswa yang mewakili kelompok sakit hati yang bayar,lalu mengatasnamakan rakyat, ini mahasiswa ngak memiliki logika berpikir yang bernas,mahasiswa seperti begini hanya Mahasewa-mahasewa, dibayar baru jalan, tapi ngak mewakili kelompok mayoritas,biasanya tindakannya hanya sebuah keniscayaan belaka.
Kita ingat betul gerakan mahasiswa tahun 98, ini benar2 gerakan yang sangat tepat waktu, karena rakyat sudah muak atas kezaliman penguasa, mahasiswa-mahasiswa yang bergerak didukung oleh rakyat, dikasih air minum, dikasih makanan,semua rakyat rela menyumbang demi tumbangnya rezim yang zalim.
Namun jika mahasiswa bergerak bukan demi kepentingan rakyat banyak, maka dijalanan jangankan diberi makan dan air minum bahkan nanti2nya dicemooh oleh rakyat yg lagi mau kerja, woooiii kalian buat macet jalanan aja, sono kuliah jangan jadi Mahasewa, begitulah mungkin teriak emak-emak yang mau belanja terhalang oleh mahasewa-mahasewa itu.
Oleh Amin Minhan
Ketua Umum Jokowi Macan Asia




