BERITA POLRI INVESTIGASI|Banyuwangi – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan hambatan untuk berkontribusi pada program ketahanan pangan nasional. Melalui optimalisasi area brandgang atau jalur pengamanan, warga binaan berhasil memanen buah melon hasil budidaya hortikultura, Selasa (24/02/2026).
Pemanfaatan area sempit di antara tembok pengamanan tersebut menjadi langkah inovatif dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang difokuskan pada peningkatan keterampilan agribisnis bagi warga binaan.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan optimalisasi lahan dilakukan sebagai respons atas arahan pemerintah agar setiap institusi turut serta memperkuat ketahanan pangan.
“Area brandgang pada dasarnya berfungsi sebagai jalur pengamanan. Namun kami melihat adanya potensi yang bisa dikembangkan tanpa mengganggu aspek keamanan. Ini menjadi bukti bahwa lahan terbatas tetap bisa produktif,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan panen melon tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari proses pembinaan yang dijalani warga binaan. Mereka mendapatkan pelatihan teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga manajemen hasil panen.
“Yang utama adalah membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Ketika mereka kembali ke masyarakat, diharapkan memiliki kompetensi yang bisa menjadi sumber penghidupan yang sah dan mandiri,” kata Wayan.

“Setiap hari kami merawat tanaman dan melihat perkembangannya. Ada rasa bangga saat hasilnya bisa dipanen,” ujarnya.
Hasil panen melon tersebut direncanakan akan dipasarkan kepada masyarakat. Sebagian keuntungan akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara sebagian lainnya diberikan sebagai premi bagi warga binaan yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas produktivitas kerja.
Ke depan, Lapas Banyuwangi berkomitmen mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian lainnya sebagai bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan reintegrasi sosial warga binaan.




