BERITA POLRI INVESTIGASI|BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan Jakarta On The Spot (Jakarta+) di Jalan Kampung Tengah RT 002/RW 006, Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis (15/7/2026).
Program tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pelayanan kepolisian.
Kegiatan dihadiri Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., para Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Bekasi Kota, Plt. Camat Bantar Gebang Dr. Achmad Shovie Adi Samabta Bhakti, M.E., Lurah Bantar Gebang Sowi Hidayatullah, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya upaya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lingkungan mereka. Salah seorang warga mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir telah terjadi beberapa kali percobaan pencurian yang berhasil digagalkan berkat meningkatnya kewaspadaan masyarakat. Meski demikian, warga berharap patroli kepolisian dapat terus ditingkatkan.
Menanggapi hal itu, Kapolres Metro Bekasi Kota mengapresiasi kepedulian masyarakat yang dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan tindak kriminal. Ia menjelaskan bahwa Polres Metro Bekasi Kota terus mengoptimalkan langkah penegakan hukum melalui Operasi Berantas Jaya, sekaligus memperkuat upaya preventif di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kejahatan tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, warga diimbau meningkatkan keamanan kendaraan dengan menggunakan kunci ganda, rantai pengaman, maupun perangkat pelacak (GPS), serta menghindari memarkir kendaraan di lokasi yang minim penerangan.
Kapolres juga menyampaikan bahwa patroli skala besar rutin dilaksanakan setiap malam oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota bersama Polsek Bantar Gebang. Dalam sejumlah patroli tersebut, petugas berhasil mengamankan berbagai barang yang diduga digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, seperti senjata tajam, kunci letter T, dan linggis.
Selain persoalan curanmor, warga juga menyoroti keberadaan pos keamanan lingkungan (Satkamling) yang dinilai belum berfungsi optimal. Menanggapi hal tersebut, Kapolres mendorong pengurus RT, RW, serta Karang Taruna untuk kembali mengaktifkan ronda malam sebagai bentuk pengamanan swakarsa.
Ia menegaskan, aktivitas ronda dapat dikemas secara lebih menarik untuk meningkatkan partisipasi warga, namun tetap harus mengedepankan ketertiban serta tidak boleh disertai praktik perjudian dalam bentuk apa pun.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau membutuhkan kehadiran polisi secara cepat.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat turut menyampaikan aspirasi mengenai pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM), khususnya terkait mekanisme perpanjangan SIM yang telah melewati masa berlaku. Kapolres menjelaskan bahwa ketentuan tersebut merupakan kebijakan nasional yang berada di bawah kewenangan Korlantas Polri. Meski demikian, seluruh aspirasi masyarakat akan diteruskan kepada pimpinan sebagai bahan masukan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia, S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat memanfaatkan program Minggu Latihan Praktik SIM yang disediakan untuk membantu calon pemohon meningkatkan kemampuan berkendara sebelum mengikuti ujian praktik.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mengurus seluruh proses penerbitan SIM melalui loket resmi guna menghindari praktik percaloan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat dan perwakilan mahasiswa Cipayung Plus, serta pemberian cenderamata kepada anak-anak di wilayah Bantar Gebang.
Melalui kegiatan Jakarta On The Spot, Polres Metro Bekasi Kota menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan.
