BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergitas lintas pemangku kepentingan dalam perencanaan Operasi Ketupat guna pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.
Penegasan tersebut disampaikan Kakorlantas dalam kegiatan pembahasan awal persiapan Operasi Ketupat, Selasa (27/1/2026). Menurutnya, perencanaan yang komprehensif menjadi kunci keberhasilan pengamanan, mengingat potensi lonjakan volume kendaraan yang signifikan sebagaimana terjadi pada tahun sebelumnya.
“Kata kuncinya adalah kolaborasi dan sinergitas seluruh stakeholder agar pengamanan dapat direncanakan secara menyeluruh. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, terdapat sejumlah titik krusial yang menjadi perhatian, mulai dari jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, bandara, stasiun dan terminal, hingga tempat ibadah serta kawasan wisata,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi Operasi Ketupat tahun sebelumnya akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengamanan pada tahun ini. Seluruh langkah strategis tersebut nantinya akan difinalisasi melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Evaluasi menjadi pijakan utama dalam menentukan langkah dan strategi pengamanan, yang selanjutnya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi karena Operasi Ketupat ini dipimpin langsung oleh Bapak Kapolri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kakorlantas menyampaikan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada aspek kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjaga kondusivitas dan kekhusyukan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
“Operasi ini memang berada di bidang lalu lintas, namun pada prinsipnya bertujuan menjaga momentum spiritual masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Menurut Kakorlantas, setiap lokasi memiliki karakteristik serta tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan pola dan manajemen pengamanan yang disesuaikan. Hal tersebut mencakup pengamanan di penyeberangan, terminal, bandara, jalan tol, maupun jalan arteri.
“Skenario pengamanan di masing-masing lokasi tentu berbeda, tergantung bangkitan arus dan jumlah lalu lintas. Data tersebut nantinya akan dianalisis bersama, termasuk dari pihak pengelola jalan tol, untuk menentukan langkah darurat dan cara bertindak apabila terjadi kepadatan,” paparnya.
Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, baik dari aspek keamanan, kelancaran lalu lintas, maupun pencegahan tindak kriminalitas.
“Operasi Ketupat adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Ramadan hingga Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar. Harapannya, masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, serta tiba di tujuan dengan selamat,” pungkasnya.




