Jelang Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Polri Tekankan Totalitas Pengamanan Mudik dan Idulfitri

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi agenda pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026.

Penegasan tersebut disampaikan dalam arahan kepada jajaran pada Rabu (4/3/2026). Ia meminta seluruh anggota menjalankan tugas secara maksimal sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

Menurutnya, Operasi Ketupat merupakan agenda strategis tahunan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pengaturan dan pengamanan arus lalu lintas saat mudik dan arus balik, tetapi juga mencakup pengamanan selama bulan suci Ramadan.

“Operasi Ketupat bukan hanya operasi lalu lintas. Ini adalah bentuk kehadiran Polri dalam menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengamanan yang dilakukan juga mencakup aspek pencegahan kriminalitas serta penjagaan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Pada pelaksanaan tahun ini, Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline “Mudik Aman Keluarga Bahagia”. Tagline tersebut, kata dia, menjadi komitmen bersama untuk memastikan masyarakat dapat menjalani rangkaian kegiatan Ramadan, mudik, hingga kembali ke tempat asal dengan aman dan lancar.

Selain jalur arus mudik dan balik, pengamanan juga akan difokuskan pada sejumlah klaster, antara lain tempat ibadah dan lokasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat saat libur Idulfitri.

Kakorlantas juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesiapan personel sejak tahap pra-operasi. Ia mengingatkan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab, baik secara pribadi maupun kedinasan, untuk mengikuti seluruh rangkaian persiapan yang telah direncanakan.

Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh jajaran untuk memberikan pengabdian terbaik dalam pelaksanaan tugas, dengan memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik secara aman, selamat, tertib, dan lancar.

“Kita harus memastikan masyarakat berangkat dengan aman, tiba di tujuan dengan selamat, dan kembali dengan kondisi yang sama. Kehadiran anggota di lapangan lebih awal dan kembali paling akhir merupakan bagian dari panggilan tugas,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *