BERITA POLRI INVESTIGASI|Bekasi – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Bekasi menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (31/3/2026), di Ballroom Cakrawala Hotel Santika Premiere, Medan Satria, Kota Bekasi.
Rapat yang berlangsung selama hampir tiga jam itu dihadiri perwakilan pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah kepala dinas terkait dari dua wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa Program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini dinilai penting untuk menciptakan generasi sehat, menekan angka stunting, serta mendukung pengentasan kemiskinan.
“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga dari sisi kualitas, kebersihan, hingga keberlanjutan,” ujarnya.
Di Kota Bekasi, saat ini tercatat sekitar 230 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya standar higienitas dapur, pengelolaan limbah, serta pelibatan pelaku UMKM lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Asisten Daerah I Kabupaten Bekasi, Hudaya, menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,27 juta jiwa, Program MBG memiliki peran signifikan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Hingga saat ini, sekitar 178 SPPG telah siap mendukung program. Secara umum pelaksanaannya berjalan baik tanpa kendala yang menonjol,” katanya.
Hudaya juga menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengawasan terhadap mutu makanan dan pengelolaan limbah untuk memastikan keberlanjutan program.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional RI, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayuda, menegaskan bahwa Program MBG merupakan program lintas sektor yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan lahan yang bebas dari permasalahan hukum guna pembangunan fasilitas SPPG dan dapur MBG.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar program ini berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, menambahkan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat pemantauan dan pengawasan pelaksanaan SPPG di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan para pejabat, doa penutup, serta ramah tamah.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.




