Dua Ambulans Puskesmas Aplim Nyaris Dibakar, Warga dan Polisi Gagalkan Aksi di Dekai

BERITA POLRI INVESTIGASI|Yahukimo – Aparat kepolisian menyelidiki dugaan percobaan pembakaran dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim di Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (14/2/2026).

Insiden tersebut sempat memicu ketegangan warga karena ambulans merupakan satu-satunya sarana rujukan medis di wilayah tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.05 WIT. Dua orang tak dikenal dilaporkan mendatangi area perumahan Puskesmas Aplim dan mengancam akan membakar bangunan serta kendaraan ambulans yang terparkir. Keduanya diduga membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 mililiter.

Berdasarkan keterangan saksi Luter Matuan (40), kedua terduga pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang dua ambulans, masing-masing Mitsubishi Triton warna putih dan Suzuki APV Arena putih bernomor polisi PA 6434 Y.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berkumpul dan berupaya menenangkan situasi agar aksi pembakaran tidak terjadi. Setelah negosiasi berlangsung, kedua terduga pelaku membatalkan aksinya dan meninggalkan lokasi.

Keesokan harinya, personel Satreskrim Polres Yahukimo dibantu Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026 mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim dipimpin IPTU Muhammad Mirwan.

Dari lokasi, petugas mengamankan satu botol air mineral berisi sisa bahan bakar yang diduga solar serta beberapa helai rumput kering yang telah terpapar cairan tersebut. Titik-titik siraman di sekitar ban kendaraan memperkuat dugaan adanya upaya pembakaran, meski api belum sempat menyala.

Sebagai langkah antisipasi, dua ambulans tersebut kemudian dikawal menuju RSUD Dekai guna memastikan keamanan dan keberlangsungan pelayanan kesehatan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan aparat tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap fasilitas publik.

“Fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami akan menindak tegas setiap upaya intimidasi yang berpotensi mengganggu keselamatan warga maupun pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyebut respons cepat aparat menjadi faktor penting dalam mencegah eskalasi situasi.

Menurutnya, penyelidikan kini difokuskan pada identifikasi dan pengejaran pelaku, termasuk pendalaman motif.

Polisi juga telah meminta saksi untuk membuat laporan resmi guna memperkuat proses penyidikan. Hingga saat ini, situasi di Distrik Dekai dilaporkan kondusif dan pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan apabila mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *