BERITA POLRI INVESTIGASI|Bekasi – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri menggelar rapat pekanan bersama jajaran pengurus pada Kamis (20/11) di Kantor Sekretariat FRN Counter Polri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), termasuk DPW FRN Jawa Barat.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum PW FRN Counter Polri, Agus Flores. Dalam agenda tersebut, DPP membahas penataan ulang kepengurusan dan memutuskan penghentian sementara pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Langkah ini dilakukan untuk melakukan pendataan dan pengaturan ulang seluruh anggota.
Agus Flores menegaskan bahwa kepengurusan DPW FRN Jawa Barat akan difokuskan untuk lebih aktif di wilayah Bandung Raya, Bogor, Bekasi, dan Cirebon, mengingat daerah-daerah tersebut memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.
Selain itu, ditunjuk seorang Ketua Harian yang berdomisili di Bandung guna memperkuat koordinasi.
Sementara itu, pengaturan wartawan wilayah Jabodetabek dipercayakan kepada Nuriman. DPP juga menegaskan bahwa sistem piket kantor harus kembali berjalan secara teratur.
Dalam rapat tersebut, Agus Flores menetapkan Ir. Anton Sukanta Winata—yang akrab disapa Babe Priok atau Abah Anton—sebagai Ketua Kode Etik FRN. Penunjukan ini didasarkan pada senioritas dan perannya sebagai sosok yang dianggap sebagai orang tua dalam organisasi. Namanya akan dimasukkan dalam Akta Perubahan organisasi.
Ketua Umum PW FRN Counter Polri, Agus Flores turut mengingatkan seluruh ketua DPW di Indonesia untuk mengawasi setiap bentuk penyalahgunaan dan pengubahan logo FRN. Setiap temuan, tegasnya, harus segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.***




