BERITA POLRI INVESTIGASI | Jakarta, 04-10-25 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Marunda secara resmi mengoperasikan dapur gizi pertamanya di Marunda Baru, yang sekaligus menjadi dapur ke-20 di wilayah Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Dapur ini telah melayani ribuan siswa sejak pembukaannya awal bulan ini.

Berikut rincian operasional dapur gizi baru tersebut berdasarkan penjelasan dari Ketua SPPG Kelurahan Marunda, Louise David Haganta:
Dapur gizi baru yang terletak di Marunda Baru ini resmi beroperasi. Dapur ini merupakan yang pertama di Kelurahan Marunda dan yang ke-20 di Kecamatan Cilincing. Fasilitas ini bertujuan menyediakan makanan bergizi dan terjamin keamanannya bagi siswa sekolah di wilayah tersebut.
Pengoperasian dapur ini dipimpin oleh Ketua SPPG Kelurahan Marunda, Louise (Luis) David Haganta. Luis sebelumnya juga memimpin dapur gizi serupa di Kalibaru. Untuk mendukung operasional, dapur ini dikelola oleh tiga chef berpengalaman, termasuk satu kepala chef bersertifikat yang pernah bekerja di hotel dan restoran. Proses pemorsian makanan diawasi secara ketat oleh Penanggung Jawab Lapangan (PJ) dan Ahli Gizi (Aligizi).
Dapur gizi ini mulai beroperasi pada 6 Oktober 2025. Peningkatan kapasitas porsi dilakukan secara bertahap, dimulai dari 1.448 porsi per hari, menjadi 1.970 porsi di hari ketiga, dan mencapai 3.149 porsi setelah satu minggu beroperasi.

Dapur gizi ini berlokasi di Marunda Baru, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Proses perizinan dan persiapan operasional dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk rapat konsolidasi yang diadakan di Sentul.
Pembukaan dapur gizi ini merupakan upaya untuk memperluas jangkauan layanan gizi bagi siswa sekolah di daerah Marunda. Operasional dapur dirancang bertahap sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menekan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi. Selain itu, dapur ini juga memastikan kualitas makanan melalui sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal.
Proses pembukaan dapur melalui beberapa tahap, mulai dari verifikasi administrasi (termasuk NIB dan akta yayasan), pengisian fasilitas dapur, hingga survei kelayakan lapangan oleh tim SPPG pusat. Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, seluruh petugas diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, termasuk masker, hairnet, apron, dan sarung tangan. Sertifikasi halal untuk dapur ini difasilitasi secara gratis oleh BGN bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
Saat ini, dapur gizi Marunda telah melayani 3.149 siswa dari lima sekolah di sekitarnya, yaitu MAN 5, MPS 15, MIN 20, SDN 03, dan SMPN 162. Ke depan, SPPG Marunda berencana membangun dua dapur baru lagi untuk memperluas cakupan layanan gizi di wilayah tersebut.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Marunda merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk meningkatkan gizi anak sekolah melalui operasional dapur gizi yang memenuhi standar keamanan pangan dan hygiene.***
Dz Ayyub
