Breaking News, Mentan Amran Gencarkan Akselerasi Tanam Padi

Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, tangkap layar YouTube.

BERITA POLRI INVESTIGASI | Jakarta, – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan akselerasi tanam padi di berbagai daerah untuk meningkatkan produksi sehingga dapat mengurangi impor beras pada 2024.

Amran menyampaikan akselerasi tanam dilakukan karena faktor mundurnya musim tanam hingga satu sampai dua bulan pada beberapa waktu lalu menyusul dampak kekeringan karena El Nino.

“Sekarang, pertanaman ini sehingga kami harus melakukan akselerasi tanam, agar tahun depan ini bisa kita menekan impor,” ujar dia.

Penanaman cepat utamanya akan dilakukan pada lahan yang dilengkapi fasilitas irigasi,” kata Amran.

Untuk penanaman cepat ini, kata Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan memberikan insentif bibit.

Luas lahan tersebut mencapai 1-1,5 juta hektar di Indonesia,” jelasnya.

“Tanam culik”, atau bisa disebut juga penanaman cepat, selesai panen langsung tanam.

Untuk penanaman cepat ini, kata Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan memberikan insentif bibit.

“Kalau bahasanya petani adalah tanam culik yaitu selesai panen langsung tanam, itu namanya tanam culik,” ujar dia.

Upaya selanjutnya, sambung Amran, adalah peningkatan planting index atau indeks pertanaman di lahan rawa.

“Index pertanaman di daerah rawa mineral yang saat ini ditanam hanya satu kali, kita tingkatkan menjadi dua kali, dan yang tanam dua kali akan ditingkatkan menjadi 3 kali,” kata dia.

YouTube: https://youtu.be/759M_Z5Olyg?si=-j5r1uRBPzbmu3uo

Selanjutnya, Kementan juga akan membangun embung untuk menampung air hujan karena saat ini Indonesia sudah memasuki musim hujan. Embung itu bisa digunakan untuk pengairan lahan persawahan.

“Itu arahan Presiden, jadi sekali lagi kita akan melakukan akselerasi tanam karena dampak El Nino masa tanam ini mundur, berarti tahun depan masa panen puncak itu juga mundur, sehingga kita harus bergerak cepat,” ujar Amran.

Amran optimistis akselerasi tanam itu akan efektif meningkatkan produksi beras. Ia menjelaskan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah mencapai swasembada beras pada 2017, 2019, dan 2020. Di periode itu, Indonesia tidak mengimpor beras medium. Namun, pada tahun ini, upaya menjaga produksi beras terhambat El Nino.

“Hanya saja sekarang ada El Nino, terjadi sekarang ini sehingga itu menekan produksi. Dulu 2018 produksi itu 34 juta ton, sekarang berada pada posisi 30 juta ton, sedangkan kebutuhan juga 30 juta ton sehingga antara kebutuhan dengan produksi itu sama. Oleh karena itu, kita impor untuk cadangan di gudang,” pungkas Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *