Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani Berdikari, Penuhi Kebutuhan Pangan Anak-anak Yatim

BERITA POLRI INVESTIGASI 1 – Kabupaten Bekasi. Tidak semua yayasan sosial hanya berfokus pada pengelolaan santunan anak yatim dan dhuafa seperti pada umumnya.

Di tengah keterbatasan, Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, justru memilih membangun kemandirian melalui program ketahanan pangan terpadu.

Di bawah kepemimpinan Ustadz Imron, yayasan tersebut berkomitmen untuk berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari demi memenuhi kebutuhan pangan anak-anak yatim yang tinggal di asrama. Selain tetap menerima dukungan dari para donatur, yayasan ini juga mengembangkan berbagai sektor usaha produktif yang berkelanjutan.

Program ketahanan pangan yang dibangun meliputi kolam budidaya ikan nila, vlok kolam ikan darat, peternakan unggas seperti ayam, itik, hingga enthok, lengkap dengan mesin penetas telur. Seluruh hasil usaha tersebut dikelola secara mandiri untuk menopang kebutuhan harian penghuni yayasan.

Ustadz Imron menjelaskan, hasil panen ikan nila sejauh ini mampu membantu memenuhi kebutuhan konsumsi anak-anak di asrama. Bahkan, sebagian hasil penjualan panen kembali diputar untuk membeli bibit baru agar program budidaya terus berjalan secara berkesinambungan.

“Kolam ini dulu dikasih 20 liter bibit ikan nila dan setelah enam bulan dipanen menjadi 2 kwintal untuk konsumsi anak-anak yang tinggal di asrama yatim, selebihnya dijual untuk beli bibit lagi,” ujarnya kepada MHKNEWS pada Senin (11/5/2026).

Menurutnya, konsep kemandirian pangan ini bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak yatim tentang pentingnya kerja keras, pengelolaan usaha, dan semangat bertahan di tengah tantangan ekonomi.

Dengan langkah sederhana namun penuh manfaat tersebut, Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

Semangat berdikari yang dibangun yayasan diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga sosial lainnya untuk menciptakan program berkelanjutan yang tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan anak-anak yatim dan dhuafa.

Imam Setiadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *