Polri Matangkan Operasi Ketupat 2026 Lewat Bimtek Latpraops, Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Staf Utama Operasi (Stamaops) Polri menggelar Bimbingan Teknis Latihan Pra Operasi (Bimtek Latpraops) Operasi Ketupat 2026 guna meningkatkan kesiapan personel dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) di Aula Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, tersebut diikuti oleh personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Mabes Polri maupun kewilayahan yang akan terlibat dalam Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026.

Bimtek Latpraops ini bertujuan memberikan pembekalan teknis serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel dalam menjalankan tugas pengamanan selama periode Idul Fitri. Materi yang disampaikan meliputi strategi pengamanan, standar operasional prosedur (SOP), hingga langkah-langkah taktis yang harus dilakukan personel di lapangan.

Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Polri, Irjen Pol. Laksana, S.I.K., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan agenda prioritas nasional yang memerlukan kesiapan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.

“Penyelenggaraan Idul Fitri setiap tahunnya merupakan agenda prioritas nasional yang menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Polri dan seluruh stakeholder terkait, dalam menjaga keamanan serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antar satuan kerja di internal Polri maupun dengan instansi terkait. Koordinasi yang solid dinilai menjadi kunci untuk memastikan pengamanan berjalan efektif dan terpadu.

Selain itu, Polri juga memperhatikan berbagai dinamika perkembangan lingkungan strategis, baik di tingkat global, regional, maupun nasional, yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan selama periode Lebaran.

Sejumlah potensi kerawanan turut menjadi fokus antisipasi, di antaranya kepadatan arus mudik dan arus balik, meningkatnya aktivitas masyarakat di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata, hingga kemungkinan terjadinya bencana alam.

Melalui pelaksanaan Latpraops ini, Polri mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung oleh penegakan hukum, penguatan fungsi siber, kerja sama lintas sektor, serta optimalisasi peran kehumasan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan pembekalan tersebut, diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026 memiliki kesiapan optimal sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

Polri juga berkomitmen memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan nyaman sesuai dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *