Polda Jambi Imbau Hentikan Kekerasan di Sekolah Pasca Viral Insiden SMK Negeri 3 Tanjab Timur

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jambi – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, menyusul viralnya insiden yang terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur dan menuai perhatian publik.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik dalam menjalani proses belajar-mengajar.

Menurut Erlan, segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan, tidak dapat dibenarkan karena berpotensi menimbulkan trauma serta berdampak pada perkembangan psikologis dan masa depan siswa.

“Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut. Lingkungan pendidikan harus mampu melindungi anak-anak dan menanamkan nilai saling menghormati, disiplin, serta kesantunan dalam berperilaku,” ujar Erlan Munaji, (17/1).

Imbauan tersebut sejalan dengan langkah yang dilakukan Polres Tanjung Jabung Timur melalui Kapolres AKBP Ade Chandra. Polres Tanjab Timur menggencarkan kampanye “Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan” sebagai upaya preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kampanye tersebut dikemas secara informatif dan edukatif serta melibatkan berbagai unsur, mulai dari pihak sekolah, peserta didik, hingga masyarakat, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.

Kabid Humas Polda Jambi menjelaskan, kampanye ini digalakkan sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan di dunia pendidikan, yang kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video insiden antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur melalui media sosial.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa kekerasan di lingkungan sekolah dapat muncul dalam beragam bentuk, seperti kekerasan fisik, tekanan psikis, maupun tindakan perundungan. Dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi mental siswa, tetapi juga berpengaruh terhadap prestasi belajar dan masa depan mereka.

Oleh karena itu, Polda Jambi mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan. Pendidikan karakter, sopan santun, serta nilai-nilai kebaikan diharapkan dapat terus ditanamkan kepada anak-anak, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

“Polri bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” pungkas Erlan Munaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *