Kakorlantas Sebut Fatalitas Kecelakaan Menurun Tajam

BERITA POLRI INVESTIGASI|Cikampek – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyebut angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pasca Operasi Lilin 2025 di Command Center KM 29, Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026).

Menurut data Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 tercatat sebanyak 338 jiwa. Angka tersebut menurun sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 450 jiwa.

Selain fatalitas korban, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan. Sepanjang Operasi Lilin 2025 tercatat 2.793 peristiwa kecelakaan, turun sekitar 7 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 2.900 kejadian. Sementara itu, kecelakaan lalu lintas menonjol hanya tercatat satu kejadian, menurun dibandingkan tiga kejadian pada Operasi Lilin tahun lalu.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Nataru, baik petugas di lapangan, posko pelayanan dan pengamanan, maupun personel pengawas wilayah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi dan kedisiplinan dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), sehingga situasi selama libur panjang Nataru dapat berlangsung aman dan kondusif.

Meski Operasi Lilin 2025 telah berakhir, Kakorlantas memastikan pengawasan dan pengendalian arus lalu lintas tetap dilaksanakan melalui KRYD. Pemantauan difokuskan pada jalur tol, jalan arteri, jalan nasional, pelabuhan penyeberangan, serta kawasan wisata.

Menjelang puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2026, Korlantas Polri menilai pergerakan kendaraan masih dalam batas terkendali. Berdasarkan evaluasi sementara, penerapan rekayasa lalu lintas berskala besar seperti sistem one way belum diperlukan, meski opsi contraflow tetap disiapkan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan.

Di sisi lain, Kakorlantas juga mencatat masih adanya aktivitas kunjungan masyarakat di sejumlah kawasan wisata, antara lain Malang Raya, Kota Batu, serta kawasan Puncak Bogor. Namun demikian, kondisi lalu lintas di wilayah tersebut terpantau relatif lancar dan terkendali.

Korlantas Polri menegaskan seluruh jajaran tetap siaga dan responsif hingga berakhirnya masa libur Nataru guna memastikan keselamatan pengguna jalan serta menjaga stabilitas lalu lintas di seluruh wilayah.(NR/FRN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *