BERITA POLRI INVESTIGASI|Cikarang – Ketua Tim Investigasi Pungli Desa Cikarang Kota sekaligus anggota organisasi Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, M. Fajar yang akrab disapa Bang Kancil, menyoroti kondisi pasar di wilayah Cikarang Kota yang dinilai semakin semrawut dan belum mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Menurut Fajar, sejak masa kepemimpinan bupati sebelumnya hingga bupati saat ini, janji untuk merealisasikan relokasi pedagang pasar belum juga dituntaskan. Kondisi ini membuat masyarakat semakin geram dan kehilangan kepercayaan terhadap kinerja Pemkab Bekasi.
“Sudah bertahun-tahun masalah pasar ini dibiarkan. Pedagang masih menempati badan jalan, menyebabkan kemacetan setiap pagi dan malam, ditambah bau sampah yang menyengat. Pemerintah seolah tutup mata,” tegas Bang Kancil, Kamis (16/10/2025).
Fajar juga menyoroti adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang dengan berbagai dalih, seperti kebersihan dan keamanan.
“Pasar Cikarang bukan hanya kumuh, tapi juga menjadi sarang pungli. Pedagang mengeluh karena dimintai uang tanpa kejelasan dasar hukumnya. Ini harus segera dibenahi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendesak Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Bekasi agar segera turun tangan menata ulang kawasan Pasar SGC Cikarang Kota.
“Jangan cuma datang foto-foto lalu pergi. Setiap pagi dan malam macet, petugas Dishub dan Satlantas ke mana? Tolong jalannya diatur, jangan hanya diam membeku,” sindirnya.
Bang Kancil juga meminta Polsek Cikarang Utara untuk menelusuri aktivitas pungutan terhadap pedagang yang disebut terjadi dini hari.
“Katanya jam 03.30 WIB ada yang narik uang ke pedagang, tapi jam 05.20 WIB sudah tidak ada petugas yang mengatur pedagang. Harus jelas dasar hukumnya,” tegasnya.
Sebagai Ketua Tim Investigasi Pungli sekaligus anggota FRN Counter Polri, Fajar menegaskan akan terus mengawal persoalan pasar ini hingga pemerintah daerah benar-benar menepati janji dan menertibkan sistem pengelolaan pasar secara transparan dan adil.
“Bupati termuda pasti punya gagasan cemerlang. Kami tunggu bukti nyatanya, bukan janji lagi,” pungkasnya.




