BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Tiga personel Polri dengan rekam jejak inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan institusi kepolisian resmi masuk nominasi kategori Polisi Inovatif Hoegeng Awards 2026. Ketiganya dinilai berhasil menghadirkan terobosan di bidang pelayanan publik, transformasi digital, hingga pelayanan kepolisian di wilayah kepulauan.
Adapun tiga nominator tersebut yakni Kombes Pol. Christian Tobing, Kapolresta Sidoarjo; Brigadir Renita Rismayanti dari Divisi Hubungan Internasional Polri; serta Aipda Frits Bidara, Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, Polda Sulawesi Utara.
Dewan Pakar Hoegeng Awards menetapkan ketiganya sebagai nominator setelah menilai inovasi yang mereka kembangkan mampu memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan kepolisian, sekaligus menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Kombes Pol. Christian Tobing dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong transformasi pelayanan publik di lingkungan Polri. Melalui berbagai penugasannya, ia mengembangkan sistem pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) agar semakin cepat, transparan, modern, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Berbagai pembaruan tersebut turut mengantarkan satuan yang dipimpinnya meraih sejumlah penghargaan di bidang pelayanan publik.
Sementara itu, Brigadir Renita Rismayanti mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional melalui inovasi digital saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. Ia mengembangkan sistem pencatatan tindak kejahatan dari metode manual menjadi basis data digital yang terintegrasi secara global sehingga mendukung analisis keamanan secara lebih efektif dan akurat. Atas kontribusi tersebut, Renita menerima penghargaan UN Woman Police Officer of the Year 2023.
Di sisi lain, Aipda Frits Bidara menghadirkan inovasi Sidik Jari Gratis Presisi (SIGAP) Goes To School, sebuah program pelayanan jemput bola yang menyasar sekolah-sekolah di wilayah Kepulauan Sitaro. Melalui program tersebut, layanan perekaman sidik jari dapat menjangkau pelajar di daerah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kepolisian. Program tersebut juga mendukung kebutuhan identifikasi kependudukan serta proses penegakan hukum, dan hingga kini telah dimanfaatkan oleh ribuan pelajar.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan kategori Polisi Inovatif merupakan bentuk penghargaan kepada anggota Polri yang mampu melahirkan solusi kreatif dalam menjawab tantangan pelaksanaan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Inovasi lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Ketiga nominator ini menunjukkan bahwa anggota Polri mampu menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata, baik dalam pelayanan publik, pengembangan organisasi, maupun pengabdian kepada masyarakat. Semangat inilah yang ingin terus kami tumbuhkan melalui Hoegeng Awards,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Jumat (31/7).
Kategori Polisi Inovatif dalam Hoegeng Awards 2026 diberikan kepada anggota Polri yang berhasil menciptakan inovasi berupa program, sistem, maupun kebijakan yang memberikan dampak positif, memperoleh apresiasi masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepolisian.
Melalui penghargaan tersebut, Polri berharap budaya inovasi terus berkembang di seluruh satuan kerja sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang semakin adaptif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
