BERITA POLRI INVESTIGASI I. Bekasi, 11 Agustus 2026 — Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani menerima kunjungan study banding dari sejumlah pengurus lembaga sosial dan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/8/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri Ibu Nurhayati dari Yayasan Nur Sahabat, Ibu Ipit Supriyatin dari Yayasan YKPiM yang sekaligus memiliki dan mengelola dapur MBG, serta Ketua LKS Kabupaten Bekasi, Drs. Umar Sumardinata. Para peserta kunjungan juga merupakan bagian dari jajaran pengurus APRI (Asosiasi Panti dan Rumah Asuh Indonesia).
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka study banding dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan limbah organik serta penerapan konsep integrated farming yang dikembangkan oleh Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani.
Rombongan disambut langsung oleh Ketua Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani, Imron. Dalam kesempatan tersebut, Imron menjelaskan proses pengelolaan limbah organik yang selama ini dikembangkan di lingkungan yayasan.
Menurutnya, sisa makanan, buah-buahan dan sayuran tidak langsung dibuang sebagai sampah, tetapi dimanfaatkan untuk budidaya maggot.
Maggot yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya ikan dan unggas. Selanjutnya, hasil dari budidaya tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para santri sekaligus membantu menunjang operasional yayasan.
“Kami mencoba membangun sebuah siklus. Sisa makanan, buah dan sayuran kita kelola menjadi maggot. Maggot kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas. Dari hasil ternak tersebut sebagian dapat kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan makan santri dan membantu operasional yayasan,” ujar Imron.
Ia menjelaskan, pengelolaan tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan dalam membangun kemandirian ekonomi lembaga. Dengan demikian, donasi yang diterima tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk membangun kegiatan produktif yang manfaatnya dapat terus berkelanjutan.
Konsep integrated farming yang diterapkan juga menjadi salah satu upaya Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi volume limbah organik.
Kegiatan study banding ini menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman antar-lembaga, khususnya dalam mencari solusi pengelolaan limbah organik yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Kehadiran pengurus APRI dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dan memperluas penerapan inovasi serupa di berbagai panti, rumah asuh, maupun lembaga kesejahteraan sosial lainnya.
Melalui konsep tersebut, Yayasan Mulia Qolbu Insan Madani ingin menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir menjadi sampah. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi pakan, pangan, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi lembaga sosial.
@ir
