BERITA POLRI INVESTIGASI|BEKASI – Tumpukan sampah yang dibuang secara sembarangan di belakang kawasan Perumahan Permata Legenda, RW 008, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, dikeluhkan warga. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan penghuni Perumahan Permata Legenda 3 yang lokasinya berdampingan dengan area pembuangan.
Ketua RT 010, Saiful, mengatakan persoalan tersebut telah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui mediasi secara kekeluargaan bersama pihak terkait. Namun, hingga kini tumpukan sampah di lokasi belum juga dibersihkan.
“Kami sudah mengadakan mediasi sebanyak dua kali. Salah satunya dengan tokoh masyarakat RW 008, Bapak Amir dan Pak Haji Masan. Mediasi terakhir dilakukan sekitar satu bulan yang lalu,” ujar Saiful saat ditemui di lokasi, Minggu (6/9/2026) pagi.
Menurut Saiful, belum adanya penanganan terhadap tumpukan sampah tersebut membuat keresahan warga terus berlanjut. Warga khawatir kondisi itu berdampak terhadap kebersihan lingkungan, menimbulkan gangguan kesehatan, serta berpotensi menghambat aliran air ketika hujan deras.
“Ini sudah sangat mengganggu. Apalagi letaknya berdampingan langsung dengan rumah warga Perumahan Permata Legenda 3. Kalau dibiarkan terus, kami khawatir menjadi sarang penyakit dan menyebabkan banjir saat hujan,” katanya.
Atas kondisi tersebut, warga RW 008 bersama penghuni Perumahan Permata Legenda 3 meminta aktivitas pembuangan sampah di lokasi segera dihentikan. Selain itu, warga berharap tumpukan sampah yang telah berada di lokasi dapat segera diangkut dan dibersihkan.
“Kami meminta dua hal. Pertama, pembuangan sampah harus dihentikan. Kedua, sampah yang sudah menumpuk harus segera diangkat oleh pihak terkait,” tegas Saiful.
Saiful juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan mematuhi ketentuan mengenai pengelolaan sampah yang berlaku di Kota Bekasi.
Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Mustikajaya, Kelurahan Padurenan, serta pengurus RW 008 dapat segera melakukan penanganan di lapangan.
Menurut warga, langkah tersebut diperlukan agar persoalan tumpukan sampah tidak semakin berlarut dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan maupun kenyamanan masyarakat sekitar.
(FWBR)




