Mahasabha I Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia Dr I Made Pande Cakra Terpilih Kembali

BERITA POLRI INVESTIGASI I Mangupura BADUNG, Agustus 2026 – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Bali, menjadi saksi bersejarah terselenggaranya Mahasabha I atau Kongres Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (PPPI) pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Acara penting bagi dunia pendidikan berbasis nilai-nilai Hindu ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Gusti Agung Kartika Jaya Suputera, didampingi langsung oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purnawirawan) Wisnu Bawa Tenaya.

Mahasabha I PPPI dihadiri oleh para pendidik, tokoh agama, Pimpinan Ormas Hindu Nasional, kalangan akademisi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Bali, seperti Undiksa, UHN I Gusti Bagus Sugriwa. UNHI, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Juga hadir Pimpinan Majelis Desa Adat Bali dan Badung, PHDI Badung dan Para Kepala Kantor Agama Kab / Kota se- Bali. Dari internal PPPI hadir para pengurus Dewan Pimpinan Nasional juga hadir Dewan Pakar Prof. Dr. I Made Sutama dan Pengawas Dr. Made Suraharta. Panitia Mahasabha dipimpin oleh Dr. I Nyoman Sarjana, dengan agenda utama pertemuan tingkat nasional ini adalahn mengevaluasi kinerja organisasi, mengupdate AD/ ART, merumuskan program kerja ke depan, serta pemilihan pimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PPPI untuk periode 5 tahun ke depan (2026-2032) serta merumuskan rekomendasi untuk memajukan pendidikan.
Mahasabha I ini mengusung tema: Pendidik Sejahtera Siswa Cerdas menuju generasi emas Hindu, dengan motto Vidya Satyatama Mitra.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan, Dr I Made Pande Cakra,M.Si kembali mendapat kepercayaan penuh dari seluruh peserta Mahasabha untuk menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PPPI. Keputusan ini menjadi bukti pengakuan luas atas dedikasi, kinerja, dan kontribusi nyata yang telah diberikan dalam memajukan pendidikan pasraman di Indonesia selama masa bakti sebelumnya.

Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen TNI (Pur) Wisnu Bawa Tenaya, dalam sambutannya mengapresiasi langkah PPPI yang terus konsisten memperkuat peran pasraman sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan pelestarian nilai-nilai luhur ajaran Hindu. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Dr. I Made Pande Cakra yang kembali dipercaya, PPPI dapat semakin memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, dan menyelaraskan kurikulum pasraman dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan agama.

Sementara itu, pejabat yang mewakili Gubernur Bali menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sangat mendukung keberadaan dan pengembangan pasraman sebagai lembaga pendidikan nonformal yang strategis. Pasraman dinilai memiliki peran vital dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral, etika, dan kesadaran budaya yang kuat. Mendorong agar Majelis Desa Adat bekerjasama dengan PPPI Dekorwil Bali untuk mengaktifkan pasraman di tiap- tiap Banjar.
Mahasabha juga menampilkan pakar pendidikan agama Hindu dari UNHI Prof. Dr. Drs. I Wayan Winaja, M.Si sebagai nara sumber membawakan materi dengan topik Tantangan pasraman di tengah perubahan politik mewujudkan generasi emas Hindu.

Setelah dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum, Dr. I Made Pande Cakra menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen untuk terus membawa PPPI menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, dan berdaya saing. Program kerja ke depan akan difokuskan pada peningkatan kompetensi pendidik, penguatan organisasi ke seluruh provinsi, pengembangan sarana prasarana, serta memperkuat kerja sama dengan PHDI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait demi kemajuan pendidikan pasraman dan Widyalaya di seluruh Indonesia.

Mahasabha I PPPI ditutup dengan tekad bersama untuk menjadikan pasraman sebagai pilar utama pembentukan karakter bangsa menghasilkan output anak- anak yang pradnyan putusotama dan pelestarian warisan seni dan budaya agama Hindu di Indonesia.

Pada kesempatan menyampaikan pernyataan setelah terpilih, Ketum DPN PPPI al menegaskan, perlunya Negara mengapresiasi dan memberikan pengakuan terhadap para Pendidik Pasraman di luar Bali yg memberikan capaian pembelajaran agama Hindu dan Budi Pekerti terhadap siswa- siswa yg beragama Hindu sekolah formal dari SD sampai SMA yg tidak diajarkan di sekolahnya.
Para pendidik pasraman ini mengajar hanya karena keterpanggilan agar anak- anak yg beragama Hindu mengenal ajaran agamanya.
Hal ini diamanatkan oleh UU Sisdiknas no 20 Tahun 2003 pasal 12. Bahwa setiap siswa berhak mendapat pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh Guru yang seagama.
Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan agama. Semua siswa hendaknya diperlakukan sama apapun agamanya.

Reporter Edy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *