BERITA POLRI INVESTIGASI|JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara resmi menutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (1/8/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang telah berlangsung sejak 27 Juli 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan turnamen, mulai dari atlet, klub bulu tangkis, jajaran Polda dan Polres, kementerian dan lembaga, hingga masyarakat yang ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Kapolri juga mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) atas dukungan yang diberikan sehingga Kapolri Cup 2026 resmi masuk dalam kalender turnamen nasional. Status tersebut menjadikan hasil pertandingan memiliki nilai poin bagi atlet untuk meningkatkan peringkat dan membuka peluang tampil pada kompetisi yang lebih tinggi, termasuk level internasional.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh klub, seluruh pemain, rekan-rekan perwakilan dari Polda-Polda, Polres, klub-klub dari masyarakat umum, serta kementerian dan lembaga yang telah berkenan ikut memeriahkan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026. Terima kasih juga kepada Ketua Umum PBSI, karena Kapolri Cup menjadi salah satu event nasional yang diperhitungkan untuk menambah poin bagi para atlet yang akan berlaga di kelas yang lebih tinggi, kelas internasional,” ujar Kapolri.
Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 diikuti sebanyak 1.219 peserta. Rinciannya terdiri atas 591 atlet kategori umum, 558 peserta kategori Polri yang mewakili Polda dan satuan kerja Mabes Polri, serta 70 atlet para bulu tangkis.
Pertandingan berlangsung di tiga lokasi, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu. Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara Polri, PP PBSI, dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) sebagai upaya menghadirkan kompetisi yang inklusif sekaligus berkualitas bagi seluruh atlet.
Selain menjadi ajang kompetisi, Kapolri Cup 2026 juga berperan sebagai wadah pembinaan atlet muda, atlet Polri, maupun atlet disabilitas untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan daya saing melalui sistem pertandingan yang terintegrasi dengan kalender nasional PBSI.
Menutup sambutannya, Kapolri secara resmi mengakhiri penyelenggaraan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026.
“Dengan memohon ridha Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 17.36 WIB, Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tegas Kapolri.
Melalui penyelenggaraan Kapolri Cup 2026, Polri kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional melalui pembinaan atlet secara berkelanjutan, perluasan kesempatan berkompetisi, serta penguatan sinergi dengan insan olahraga dan masyarakat untuk melahirkan prestasi yang membanggakan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
