BERITA POLRI INVESTIGASI|JAKARTA — Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau yang dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pagi dalam usia 73 tahun.
Putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno tersebut wafat setelah sempat menjalani perawatan dalam beberapa waktu terakhir.
Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @pdiperjuangan. Dalam unggahannya, Guruh dikenang sebagai sosok seniman, budayawan, dan politikus yang memiliki perjalanan panjang di bidang seni, kebudayaan, dan politik.
Guruh merupakan putra Soekarno dan Fatmawati. Ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh seni Indonesia yang aktif mengembangkan musik, tari, serta seni pertunjukan.
Sejak muda, Guruh telah menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia seni. Ia kemudian mendirikan Swara Mahardhika serta sejumlah wadah produksi kesenian. Namanya juga dikenal melalui kelompok musik Guruh Gipsy, yang melibatkan sejumlah musisi, di antaranya Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.
Karya-karya Guruh turut menjadi bagian dari perjalanan musik dan kebudayaan Indonesia. Sejumlah karya yang dikenal luas antara lain “Kala Sang Surya Tenggelam”, “Melati Suci”, “Zamrud Khatulistiwa”, “Lenggang Puspita”, dan “Mahadaya Cinta”.
Salah satu catatan penting dalam perjalanan musiknya adalah album Guruh Gipsy yang dirilis pada 1976. Karya tersebut menjadi bagian dari eksplorasi Guruh dalam mempertemukan unsur musik modern dengan kekayaan musik tradisional Indonesia.
Selain berkarya di dunia seni, Guruh juga terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan kemudian melanjutkan kiprahnya bersama PDI Perjuangan.
Guruh tercatat pernah menjadi anggota DPR RI periode 1992–1997 dan kembali menjadi anggota DPR RI dalam sejumlah periode berikutnya hingga 2024.
Sepanjang kehidupannya, Guruh dikenal melalui dua bidang yang dijalaninya secara bersamaan, yakni seni dan politik. Di bidang seni, ia meninggalkan sejumlah karya musik dan pertunjukan, sedangkan di bidang politik ia menjalani perjalanan panjang sebagai anggota parlemen.
Unggahan @pdiperjuangan menyebut dedikasi, pemikiran, dan karya cipta Guruh diharapkan terus dikenang serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mencintai, merawat, dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.
Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta Selatan.




