Forum Penulis dan Wartawan Indonesia Hadiri Milad ke-27 Al-Zaytun, Dampingi Serahkan Buku “Supra Nalar”

 

BERITA POLRI INVESTIGASI I *INDRAMAYU* – Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI) bersama sejumlah tokoh jurnalis dan pakar mendampingi Pimpinan Redaksi Tokoh Indonesia, Drs. CH. Robin Simanullang, dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Zaytun, Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan itu bertepatan dengan peringatan Milad ke-27 Ma’had Al-Zaytun.

Rombongan FPWI yang diwakili Wakil Ketua Umum Sastra Suganda turut hadir bersama para profesor, tokoh lintas agama, dan tokoh nasional lainnya. Kehadiran mereka sekaligus untuk menghadiahkan buku karya Robin Simanullang berjudul _Supra Nalar_ kepada pimpinan Al-Zaytun.

Dalam sambutannya, Robin Simanullang menyampaikan apresiasi terhadap Al-Zaytun yang dinilainya sebagai pusat pendidikan yang mempromosikan budaya toleransi dan perdamaian. “Saya menikmati Islam rahmatan lil’alamin di Al-Zaytun,” ujarnya. Ia menegaskan Islam inklusif di Al-Zaytun sejalan dengan keyakinannya sebagai seorang Kristiani yang diajarkan menjadi “garam dan terang dunia”

Robin juga menutup sambutannya dengan doa untuk Syaykh Panji Gumilang, para santri, dan wali santri. “Selamat kepada Syaykh, para santri, dan wali santri. Kita semua berbahagia karena Al-Zaytun adalah rahmatan lil’alamin,.

*Jamuan Durian Duri Hitam Hasil Kebun Al-Zaytun*
Acara dilanjutkan dengan jamuan makan siang di Wisma Tamu Al-Islah. Pimpinan Al-Zaytun, Prof. Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, secara langsung menjamu para tamu dengan buah durian duri hitam hasil panen dari kebun pesantren.

FPWI mengapresiasi kegiatan Milad tersebut. Organisasi wartawan ini menilai kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi dan tokoh lintas agama, menjadi bukti Al-Zaytun terus menjadi ruang dialog kebangsaan.

*Tentang Al-Zaytun*
Pondok Pesantren Al-Zaytun didirikan oleh Yayasan Pesantren Indonesia pada 13 Agustus 1996 dan diresmikan Presiden B.J. Habibie pada 27 Agustus 1999. Pesantren ini dipimpin oleh Prof. Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, kelahiran Gresik 30 Juli 1946, yang dikenal sebagai pendidik dengan gagasan “One Pipe Education System” dari jenjang dasar hingga tinggi.

Hubungan Robin Simanullang dengan Al-Zaytun sudah terjalin lama.

Sebelumnya, organisasi sejenis PPWI juga pernah melakukan kunjungan kerja ke Al-Zaytun pada Februari 2025 untuk menjalin sinergi pendidikan dan jurnalisme warga, serta meninjau workshop pembuatan kapal milik santri.

Milad ke-27 Al-Zaytun tahun ini kembali menegaskan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, toleransi, dan pemberdayaan. Dengan tema yang mengusung semangat kebersamaan, acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan nasional menuju Indonesia 2045.

Reporter Sastra S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *