Dari Menjaga hingga Mendengar, Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Hadirkan Rasa Aman di Kenyam

BERITA POLRI INVESTIGASI|Nduga, Papua Pegunungan – Komitmen Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua terus diwujudkan melalui pendekatan humanis yang mengedepankan komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Salah satunya terlihat dalam patroli dialogis yang dilaksanakan di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Sabtu (1/8/2026).

Patroli yang menyasar kawasan sekitar Gereja GKI Sion hingga permukiman warga tersebut tidak hanya berfokus pada pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan yang harmonis antara personel kepolisian dan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, personel Satgas Operasi Damai Cartenz menyapa warga, berdialog dengan tokoh masyarakat, serta berinteraksi dengan anak-anak yang ditemui di sepanjang rute patroli. Melalui komunikasi langsung tersebut, personel turut mendengarkan aspirasi warga sekaligus memastikan kondisi keamanan di lingkungan tetap kondusif.

Pendekatan humanis yang diterapkan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Seorang warga Kenyam yang enggan disebutkan identitasnya mengaku merasa lebih nyaman dengan kehadiran personel yang rutin berinteraksi secara langsung.

“Kami senang karena bapak-bapak polisi sering datang menyapa dan berbicara langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya lewat, tetapi berhenti mendengarkan cerita kami dan menanyakan keadaan warga. Kehadiran mereka membuat kami merasa lebih tenang dan lebih dekat dengan aparat. Kami berharap hubungan baik seperti ini terus dipertahankan,” ungkapnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa membangun kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.

“Keamanan tidak hanya dibangun melalui kehadiran personel, tetapi juga melalui hubungan yang baik dengan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong seluruh personel untuk hadir secara humanis, berdialog, mendengarkan aspirasi warga, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, maka stabilitas keamanan juga akan semakin kuat,” ujar Faizal.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan strategi preventif yang akan terus dikedepankan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz.

“Kami ingin setiap personel hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui patroli jalan kaki, personel dapat berinteraksi secara langsung, memahami kondisi masyarakat, dan membangun komunikasi yang lebih akrab. Kedekatan seperti inilah yang menjadi fondasi dalam menciptakan rasa aman dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” jelasnya.

Patroli dialogis menjadi salah satu bentuk nyata pendekatan persuasif yang diterapkan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga situasi kamtibmas di Papua. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat rasa aman, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, sekaligus mempererat kemitraan dalam menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan kondusif.

Dengan mengedepankan dialog, kepedulian, dan pelayanan kepada masyarakat, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus membangun sinergi bersama seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *