Apel Siaga Ramadan, Polres Metro Bekasi Kota Gandeng 68 Ormas Perkuat Kamtibmas

BERITA POLRI INVESTIGASI|Kota Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota menggelar Apel Siaga Kamtibmas sebagai langkah antisipatif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan, Rabu (26/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres itu melibatkan 68 organisasi kemasyarakatan (ormas) serta berbagai elemen masyarakat.

Apel dipimpin langsung Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, dan dihadiri Wakapolres AKBP Davis Busin Siswara, para pejabat utama (PJU), serta kapolsek jajaran. Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan pasukan, laporan komandan apel, menyanyikan lagu kebangsaan, pembacaan doa, hingga pengulangan deklarasi “Jaga Jakarta”. Komandan apel dari Solidaritas Masyarakat Bekasi (SOMASI), Budi Arianto, dalam amanatnya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pelopor ketertiban, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kapolres dalam arahannya menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk penyebaran hoaks dan provokasi di ruang digital. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, dan warga menjadi kunci utama menciptakan suasana aman dan nyaman, baik di lingkungan tempat tinggal, pusat kegiatan usaha, maupun lokasi ibadah.

Langkah konkret yang diusung antara lain pengaktifan ronda malam, optimalisasi peran satuan pengamanan (satpam) lingkungan, serta penguatan koordinasi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Warga juga diimbau segera melaporkan indikasi gangguan keamanan melalui jalur resmi kepolisian guna mencegah terjadinya eskalasi konflik.

Apel Siaga Kamtibmas ditutup dengan yel-yel “Jaga Jakarta” dan sesi foto bersama sebagai penegasan komitmen kolektif menjaga wilayah Kota Bekasi tetap aman dan harmonis hingga perayaan Idul Fitri. Kegiatan ini menegaskan pendekatan preventif dan partisipatif sebagai strategi menjaga stabilitas keamanan selama bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *