BERITA POLRI INVESTIGASI|BEKASI – Dampak erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak 5 September 2026 mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Bekasi Timur Regensi, Cimuning, Mustikajaya. Sebaran abu vulkanik terlihat menempel pada sejumlah benda di lingkungan warga hingga Minggu (6/9/2026).
Seorang warga mengaku terkejut setelah mendapati sepeda motornya yang diparkir di area rumah sakit dipenuhi debu. Warga tersebut awalnya tidak mengetahui bahwa debu yang menempel merupakan dampak dari sebaran abu vulkanik.
“Saya kaget melihat motor yang diparkir di rumah sakit banyak debu yang menempel. Setelah saya tanyakan kepada orang sekitar, ternyata ada musibah erupsi Gunung Anak Krakatau. Dari situ saya baru tahu,” ujar warga tersebut kepada wartawan.
Warga itu mengaku saat kejadian tidak membawa masker. Untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik dalam menjalankan aktivitas pada Senin (7/9/2026), termasuk mengantar anak dan beraktivitas di rumah sakit, ia berencana menggunakan masker.
“Waktu itu saya tidak membawa masker. Besok untuk aktivitas mengantar anak dan ke rumah sakit, saya akan memakai masker. Kalau tidak menggunakan masker tentu berbahaya. Motor saja sampai banyak debu,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Berita Polri Investigasi, Nuriman, CPLA., CPI, yang ditemui saat sedang beristirahat di Rumah Sakit Citra Arafiq, Gang Telkom, menyampaikan keprihatinannya terhadap musibah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Nuriman mengatakan, sebaran abu vulkanik akibat erupsi tersebut menjadi perhatian karena dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk sebagian Jawa Barat.
“Saya turut berdukacita dan prihatin atas musibah erupsi Gunung Anak Krakatau. Dampaknya berupa sebaran abu vulkanik dirasakan di berbagai wilayah, termasuk sebagian Jawa Barat,” ujar Nuriman.
Menurut Nuriman, kondisi tersebut membutuhkan respons cepat dari pemerintah dan seluruh unsur terkait. Ia berharap pemerintah bersama TNI dan Polri dapat segera melakukan langkah-langkah penanganan serta membantu masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
“Saya walaupun sedang sakit sempat membaca berita mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau. Saya sangat prihatin. Semoga pemerintah, TNI dan Polri dapat gercep, cepat merespons dan tanggap membantu warga di sekitar maupun masyarakat yang terdampak secara keseluruhan,” katanya.
Nuriman juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga yang merasakan dampak abu vulkanik diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menjaga kondisi kesehatan.
Sebaran abu vulkanik juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi lingkungan sekitar. Langkah antisipasi sederhana, seperti menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan abu meningkat, perlu dilakukan guna meminimalkan risiko terhadap kesehatan.***




