JOKOWI PEMERSATU BANGSA

BERITA POLRI INVESTIGASI | JAKARTA, – JOKOWI PEMERSATU BANGSA

Oleh : Amin Minhan

Membicarakan sosok Jokowi adalah berbicara tentang seorang negarawan yang cemerlang dimasanya sebagai seorang tokoh Politik yang disegani kawan maupun lawan.

Namun yang paling penting diketahui adalah sosok Jokowi ini benar2 seorang Negarawan yang mengetahui berpolitik secara baik, karena didalam politik sebenarnya tidak ada musuh atau tidak ada lawan, yang ada hanya perbedaan kepentingan.

Berdasarkan pengalaman beliau sebagai Presiden 2 periode beliau menyadari bahwa masyarakat Indonesia mengalami keterbelahan yang tajam dalam 2 kali Pemilu terutama ketika berhadapan dengan Prabowo, untuk menyembuhkan luka yang sangat dalam di masyarakat Jokowi mencoba merangkul Prabowo diajak bersatu dalam kabinetnya.

Namun demikian memang ada satu kelompok masyarakat yang menjadi Provokator agar kedua tokoh bangsa ini terpecah sehingga Indonesia mudah dikuasai dan dijadikan negara syariat Islam.

Jokowi menyadari hal ini,makanya berkali kali dalam pidatonya mendukung Prabowo disatu pihak,akan tetapi juga mendukung Ganjar Pranowo dilain pihak. Tujuannya adalah tokoh yang akan mengganti beliau sebagai Presiden dan wakil Presiden menyembuhkan luka masyarakat yang sudah begitu mendalam.

Bahkan Jokowi sempat mengundang kedua bakal calon ini untuk berbicara bersama diajak jalan2 ke Pematang sawah agar kedua tokoh ini bersatu demi persatuan Rakyat Indonesia, akan tetapi lagi2 Jokowi gagal menyatukan mereka disebabkan kepentingan partai.

Jokowi adalah seorang Jawa yang halus cara berpolitiknya, karena sikap partainya masih keras, Jokowi memberi sinyal dengan memajukan Kaesang sebagai Ketum PSI, ini bertujuan untuk melunakkan partainya agar kedua Partai Besar ini jangan menjadi rival, tetapi bergandengan bersama menuju Indonesia maju.Akan tetapi lagi2 sinyal ini tidak ditangkap dgn baik oleh Partainya, malah sebaliknya menyerang diri beliau, lagi2 Jokowi memberi Sinyal dengan melemparkan Gibran sebagai Bacawapres Prabowo, disini Partainya masih keras, tetap akan melakukan rivalitas, jika Jokowi berada di kubu Partainya maka Keterbelahan masyarakat akan kembali menajam, karena jika Pemilu berlangsung 2 sesi, kelompok masyarakat yang mau merubah NKRI dan Pancasila akan tumplek kembali bersama Prabowo,dan Provokasi membelah masyarakat akan kembali terjadi, disini generasi muda akan tumbuh dengan tidak sehat dan bisa2 terjadi perang saudara.

Karena menjinakkan Partainya sendiri Jokowi tidak berhasil, dengan berat hati demi persatuan bangsa Indonesia, Jokowi keluar dari Partainya, dengan harapan dengan adanya Gibran dan Jokowi di belakang Prabowo maka kelompok masyarakat yang menjadi Provokator untuk hancurnya NKRI dan Pancasila akan kebingungan, membela Prabowo salah, membela Ganjar lebih salah lagi, akhirnya mungkin saja mereka2 ini akan jadi Golput.

Dengan kelompok masyarakat yang mau memgubah NKRI dan Pancasila ini ngak punya tempat pilihan, diharapkan Provokasi dari mereka akan berhenti, karena bela manapun bagi mereka sekarang menjadi buah simalakama.

Maka mudah2an setelah Pemilu ini masyarakat tidak lagi mengalami dendam akibat berbeda pilihan,luka masyarakat pada dua pemilu lalu perlahan lahan terus diobati, sehingga tumbuh persatuan dan kesatuan yang kuat demi menyongsong Indonesia Maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *