Nomor 1 Markun Hidayat Keliling TPS, Pilkades Cikarageman Berlangsung Kondusif

BERITA POLRI INVESTIGASI|BEKASI – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (20/9/2026), berlangsung dalam suasana kondusif. Calon kepala desa nomor urut 1 sekaligus petahana, Markun Hidayat, terlihat berkeliling ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyapa warga dan melihat langsung situasi pemungutan suara.

Markun tampak berinteraksi dengan masyarakat yang datang menggunakan hak pilihnya. Kehadirannya di sejumlah TPS juga mendapat perhatian dari warga yang berada di lokasi.

Salah seorang warga Cikarageman menilai aktivitas Markun yang berkeliling ke sejumlah TPS menjadi hal yang menarik dalam pelaksanaan Pilkades kali ini.

“Dari ketiga calon kepala desa, yang saya lihat hanya nomor urut 1 yang keliling ke TPS dan menyapa warga. Saya suka dengan Pak Markun karena orangnya ramah dan baik. Beliau juga sering berkeliling menemui warga, dan itu sudah dilakukan sejak dulu. Jadi, saya sudah mengenal beliau. Pastinya saya mendukung Pak Markun,” ujar warga tersebut.

Menurut warga tersebut, kedekatan Markun dengan masyarakat bukan hanya terlihat saat momentum Pilkades. Ia menyebut kebiasaan Markun berkeliling dan berinteraksi dengan warga telah dilakukan sejak sebelum pelaksanaan Pilkades.

Sementara itu, Markun Hidayat mengajak seluruh masyarakat Cikarageman tetap menjaga kerukunan, silaturahmi, dan kebersamaan meskipun memiliki pilihan berbeda.

“Demokrasi bukan hanya untuk mencari perbedaan. Kita harus tetap menjunjung tinggi kebersamaan. Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang biasa, tetapi kita harus tetap menjaga silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan,” ujar Markun.

Markun diketahui merupakan petahana yang kembali mencalonkan diri dalam Pilkades Cikarageman setelah sebelumnya memimpin Desa Cikarageman selama dua periode.

Di tengah proses pemungutan suara, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta menghindari hal-hal yang dapat memicu perselisihan.

Pelaksanaan Pilkades Cikarageman menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa pada periode berikutnya. Setelah pencoblosan, seluruh calon masih harus menunggu proses penghitungan suara dan tahapan penetapan hasil sesuai ketentuan yang berlaku.

Markun pun menyatakan pentingnya menjaga persatuan setelah proses pemilihan selesai. Perbedaan pilihan, kata dia, tidak seharusnya menghilangkan hubungan baik antar warga.

Dengan berkeliling dari TPS ke TPS, Markun Hidayat turut menjadi bagian dari dinamika Pilkades Cikarageman yang berlangsung pada hari pemungutan suara. Sementara hasil akhir kontestasi tetap ditentukan oleh suara masyarakat melalui proses penghitungan resmi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *