Beda Pilihan Tetap Bersatu, Markun Hidayat Ajak Warga Cikarageman Jaga Kerukunan

BERITA POLRI INVESTIGASI|BEKASI -Calon Kepala Desa (Kades) Cikarageman nomor urut 1, Markun Hidayat, mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga kerukunan, silaturahmi, dan kebersamaan meski memiliki pilihan berbeda dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi, Minggu (20/9/2026).

Pesan tersebut disampaikan Markun usai menggunakan hak pilihnya dalam Pilkades Cikarageman. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan antar warga.

“Demokrasi bukan hanya untuk mencari perbedaan. Kita harus tetap menjunjung tinggi kebersamaan. Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang biasa, tetapi kita harus tetap menjaga silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan,” ujar Markun.

Ia menegaskan, proses demokrasi tidak berhenti pada perbedaan pilihan saat pemungutan suara. Setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, masyarakat diharapkan kembali bersatu untuk bersama-sama membangun desa.

“Demokrasi bukan hanya mencari perbedaan, tetapi bagaimana kita membangun ke depan Indonesia kita yang lebih baik,” katanya.

Markun juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan secara adil kepada seluruh masyarakat apabila kembali dipercaya memimpin Desa Cikarageman.

Ia mengatakan, selama menjalankan pemerintahan desa selama dua periode, dirinya berupaya memberikan pelayanan tanpa membedakan warga berdasarkan pilihan politik.

“Bagi kami, seorang pemimpin harus berbuat adil dan bijaksana. Yang memilih kita maupun yang tidak memilih kita, semuanya sama. Mereka adalah warga masyarakat kita,” tegasnya.

Menurut Markun, seluruh warga akan tetap dirangkul, diayomi, dan dilayani tanpa melihat pilihan mereka dalam Pilkades.

Jika kembali dipercaya masyarakat, Markun mengatakan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) akan menjadi salah satu langkah awal dalam menjalankan pemerintahan desa.

RPJMDes, kata dia, akan disusun bersama tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya sebagai acuan dalam menentukan arah serta tahapan pembangunan desa.

“Yang pertama tentunya sebagaimana regulasi dalam pelaksanaan pemerintahan desa, kita buat RPJMDes bersama-sama dengan para tokoh masyarakat dan lainnya. Dari RPJMDes itulah kita mengacu untuk tahapan-tahapan pembangunan yang akan dilaksanakan,” jelasnya.

Selain perencanaan pembangunan, Markun menyampaikan rencana pembenahan tata kelola pemerintahan desa, termasuk penempatan perangkat dan staf berdasarkan kemampuan serta keahlian masing-masing.

Di bidang pembangunan, infrastruktur yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya akan menjadi salah satu bagian yang akan dilanjutkan.

“Pembangunan yang kemarin belum terselesaikan menjadi bagian dari kami untuk menyelesaikan pembangunan tersebut. Dari sisi peningkatan ekonomi dan lainnya juga insyaallah akan kami tingkatkan lagi,” ujarnya.

Selanjutnya, Markun menekankan pembangunan desa membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Pembangunan ini tidak mungkin kita bangun hanya dengan sebagian masyarakat, tetapi memang harus bersama-sama,” tambahnya.

Pada hari pemungutan suara, Markun juga berencana berkeliling ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Desa Cikarageman. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyapa warga sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan Pilkades.

Berdasarkan keterangan Markun, Desa Cikarageman memiliki 16 RW dan 19 TPS dengan jumlah pemilih sekitar 9479 orang.

Markun berharap seluruh tahapan Pilkades Cikarageman berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan setelah proses demokrasi di tingkat desa tersebut selesai.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *