Aipda Jonni Rahmad, Polisi di Aceh yang Sisihkan Gaji Bangun 4 Rumah untuk Fakir Miskin

BERITA POLRI INVESTIGASI|BANDA ACEH — Pengabdian seorang anggota Polri tidak selalu diwujudkan melalui tugas kedinasan. Bagi Aipda Jonni Rahmad, menjadi polisi juga berarti hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta memberikan manfaat melalui tindakan nyata.

Polisi yang kini menjabat sebagai Ps. Kasium Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, tersebut dikenal aktif melakukan berbagai kegiatan sosial. Kepeduliannya tidak hanya ditunjukkan melalui bantuan sesaat, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Salah satu aksi sosial yang menjadi perhatian adalah kepeduliannya terhadap keluarga fakir miskin yang memiliki keterbatasan tempat tinggal. Jonni secara pribadi menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu membangun dan memperbaiki rumah warga.

Hingga saat ini, Aipda Jonni telah membangun empat rumah untuk keluarga yang membutuhkan serta melakukan rehabilitasi terhadap tiga rumah lainnya.

Rumah-rumah tersebut dibangun bukan untuk mencari popularitas. Jonni memilih menggunakan sebagian rezekinya untuk membantu warga agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Kepedulian Jonni terhadap masyarakat juga terlihat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya. Ketika banjir melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025, ia mendatangi anak-anak terdampak dengan membawa Iqra dan Al-Qur’an. Bantuan tersebut diberikan agar anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mengaji meski tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

Menjelang Idu lfitri, Jonni juga menyisihkan sebagian rezekinya untuk membelikan pakaian Lebaran bagi anak-anak yatim piatu. Ia bahkan pernah membantu seorang anak yang mengalami kebocoran jantung hingga mendapatkan pengobatan ke Jakarta.

Bagi Jonni, membantu masyarakat tidak harus menunggu memiliki kelebihan harta. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan ketulusan dapat memberikan arti besar bagi orang yang sedang berada dalam kesulitan.

Pengabdian Sejak 2005

Jonni merupakan polisi kelahiran 15 Maret 1986. Ia mulai mengabdikan diri sebagai anggota Polri setelah menyelesaikan pendidikan Diktukba Polri pada 2005.

Dalam perjalanan kedinasannya, ia juga mengikuti pendidikan dan pelatihan pengembangan, di antaranya penyegaran bendahara pengeluaran pada 2015.

Dedikasinya sebagai anggota Polri turut mendapat sejumlah penghargaan. Jonni menerima Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2013 dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2021.

Selain itu, sejumlah penghargaan juga pernah diterimanya dari pimpinan, antara lain Kapolres Pidie pada 2017, Kapolres Pidie Jaya pada 2020, Asisten SDM Polri dan Kapolda Aceh pada 2021, serta Kepala SPN Polda Aceh pada 2022.

Namun bagi Jonni, penghargaan bukan menjadi tujuan utama dalam menjalankan pengabdian.

Menurutnya, kebahagiaan terbesar justru ketika melihat masyarakat yang dibantu dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

“Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama. Sebagai anggota Polri, saya merasa wajib untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Jonni saat diwawancarai media ini, Selasa (25/8/2026).

Alumni SMK Negeri 2 Sigli itu menilai keberadaan polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata ketika terjadi gangguan keamanan. Polisi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial dan kesulitan hidup.

Apa yang dilakukan Aipda Jonni Rahmad menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat dilakukan melalui berbagai cara. Di balik seragam cokelat yang dikenakannya, terdapat kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan konkret.

Empat rumah yang telah dibangunnya dan tiga rumah yang direhabilitasi menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu membutuhkan panggung ataupun sorotan.

Bagi Jonni, membantu sesama adalah bentuk sederhana dari pengabdian. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, ia memilih hadir, berbagi dan berbuat semampunya.

Sebab, menjadi polisi baginya bukan hanya tentang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga tentang memastikan masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan tetap memiliki harapan.

(Nuriman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *