BERITA POLRI INVESTIGASI|Lombok Timur – Satgas Pangan Polri terus memperkuat perannya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program yang dijalankan bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dengan luas lahan tanam yang kini mencapai 534 hektare.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf melakukan kunjungan kerja ke sentra budidaya bawang putih di Sembalun pada Minggu (26/7/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan langsung terhadap peningkatan produksi sekaligus pengembangan varietas unggul bawang putih nasional.
Program pengembangan bawang putih merupakan implementasi dari kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas strategis nasional sejak awal masa pemerintahannya. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Satgas Pangan Polri mengambil langkah konkret dengan memperluas areal tanam dan memperkuat kolaborasi bersama para petani.
Pengembangan budidaya bawang putih di Sembalun dimulai pada 2025 ketika Irjen Pol. Helfi Assegaf masih menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri. Saat itu, lahan yang dikelola bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata baru mencapai 15 hektare. Dalam kurun waktu satu tahun, luas pertanaman meningkat pesat menjadi 534 hektare.
Saat ini, petani membudidayakan varietas Sangga Sembalun dan Lumbu Putih dengan produktivitas rata-rata mencapai 20 hingga 25 ton per hektare. Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pada Juli 2026, Satgas Pangan Polri juga melaksanakan panen raya di lahan seluas 105 hektare. Hingga akhir pekan ini, progres panen telah mencapai sekitar 73,5 hektare atau 76 persen dari total luas panen dengan hasil produksi mencapai sekitar 1.470 ton bawang putih.
Untuk menjaga mutu hasil panen, seluruh produksi diproses melalui dua fasilitas lantai jemur utama serta sejumlah lantai jemur milik mitra Kelompok Tani Pusuk Pujata sebelum dipasarkan.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mengatakan, pengembangan bawang putih di Sembalun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan petani mampu menghasilkan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan nasional.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan menjadi semangat kami untuk terus bekerja bersama masyarakat. Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, Satgas Pangan Polri akan terus mendorong peningkatan luas tanam, produktivitas, serta kualitas bawang putih agar Indonesia semakin mandiri dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Helfi.
Ia menambahkan, Satgas Pangan Polri juga tengah menyiapkan inovasi baru melalui pengembangan varietas bawang putih hasil uji genetik bernama HAAS. Varietas tersebut diklaim memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik di berbagai ketinggian, menghasilkan umbi lebih besar, serta berpotensi meningkatkan produktivitas nasional.
Menurutnya, kehadiran varietas HAAS diharapkan mampu memperluas sentra budidaya bawang putih di berbagai daerah sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia secara berkelanjutan.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Polri, pemerintah, dan kelompok tani, pengembangan bawang putih di Sembalun diharapkan menjadi model pemberdayaan pertanian yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia dalam mendukung tercapainya swasembada pangan nasional.
