BERITA POLRI INVESTIGASI|JAKARTA – Aksi damai bertajuk “Gaza for Palestina Jika Kita Tetap Diam” yang diselenggarakan Majelis Ormas Islam (MOI) di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sekitar 1.000 peserta mengikuti kegiatan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Palestina yang terdampak konflik di Jalur Gaza.
Untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif, Polri mengerahkan sebanyak 758 personel gabungan yang terdiri dari jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Gambir. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memberikan pelayanan, pengamanan, serta menjaga kelancaran arus kegiatan selama aksi berlangsung.
Pengamanan di lapangan dipimpin oleh Perwira Pengendali AKP Dekki, S.H., M.H. dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, sehingga peserta dapat menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold Hutagalung menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
«”Pelayanan ini merupakan wujud kehadiran Polri agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan nyaman. Alhamdulillah kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Reynold Hutagalung.»
Sejak pagi hari, peserta aksi mulai memadati kawasan Monas dengan membawa bendera Merah Putih dan Palestina, spanduk bertuliskan “Gaza for Palestina Jika Kita Tetap Diam”, serta berbagai poster yang berisi pesan-pesan kemanusiaan dan dukungan bagi rakyat Palestina.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan penampilan Garuda Al Quds, persembahan lagu Palestina Merdeka, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka aksi damai.
Kapolres menambahkan bahwa Polri akan terus mengedepankan pendekatan yang humanis dan profesional dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Melalui pengamanan yang terukur dan pelayanan yang mengedepankan dialog, aksi solidaritas kemanusiaan di kawasan Monas berlangsung dengan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban.
