BERITA POLRI INVESTIGASI|JAKARTA – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan komitmen Polda Metro Jaya dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan yang berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari peredaran narkotika, perjudian online, pornografi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga perjudian darat berkedok permainan.
Penegasan tersebut disampaikan saat konferensi pers pengungkapan sejumlah kasus yang digelar di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Polda Metro Jaya, Jumat (26/6/2026).
“Seluruh pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polda Metro Jaya dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam penegakan hukum, pemberantasan narkoba, perjudian online, serta kejahatan yang berdampak langsung terhadap masyarakat,” ujar Kapolda.
Dalam kesempatan itu, Polda Metro Jaya memaparkan hasil pengungkapan berbagai perkara strategis yang meliputi tindak pidana perjudian online, pornografi, tindak pidana pencucian uang, perjudian darat berkedok permainan, serta capaian pemberantasan narkotika dan obat keras berbahaya selama periode Januari hingga Juni 2026.
Kapolda menegaskan bahwa pemberantasan judi online menjadi salah satu prioritas karena dampaknya yang luas terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan transformasi operasional Polri Presisi melalui program Jaga Jakarta, yang mencakup Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.
Pada sektor pemberantasan narkotika, Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran berhasil mengungkap sebanyak 3.809 laporan polisi sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan total 5.196 tersangka.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 orang berperan sebagai produsen, 1.914 orang sebagai pengedar, dan 3.263 orang sebagai pengguna. Para pengguna menjalani penanganan melalui rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain mengamankan ribuan tersangka, aparat juga menyita barang bukti narkotika dan obat keras berbahaya dengan total mencapai 17,45 ton.
Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 15,9 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Kapolda menegaskan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada para pelaku yang telah ditangkap. Polda Metro Jaya akan terus mengembangkan penyelidikan guna membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk para pengendali, aliran dana, aset hasil kejahatan, serta pihak-pihak yang memberikan fasilitas terhadap aktivitas kriminal tersebut.
“Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya tidak akan berhenti pada pelaku lapangan. Penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan, pengendali, aliran dana, aset hasil kejahatan, serta pihak-pihak yang memfasilitasi tindak pidana tersebut,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian, serta segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana di lingkungan sekitar.
“Polda Metro Jaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menjauhi narkoba, tidak terlibat perjudian dalam bentuk apa pun, serta segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas tindak pidana di sekitar lingkungannya,” pungkas Kapolda.
